Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 19 Jan 2022 14:26 WIB ·

Pernak-pernik Imlek Mulai Diburu, Pedagang di Karimun Raup Untung hingga Rp 600 Ribu per Hari


 Warga di Karimun saat membeli pernak-pernik Imlek. Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Warga di Karimun saat membeli pernak-pernik Imlek. Foto: Khairul S/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Nuansa perayaan Imlek tahun 2022 di Karimun, Kepulauan Riau, mulai terasa. Berbagai pernak-pernik Imlek mulai diburu oleh masyarakat yang akan merayakannya.

Ragam pernak-pernik seperti ang pao dan lampion beragam ukuran, lonceng, miniatur nanas dan barongsai, pajangan dinding dengan karakter macan air, bunga Sakura hingga aksesoris mulai dijajakan.

Salah satu pedagang pernak-pernik di kawasan Meral, Mega Chan (51), mengatakan jenis bunga Sakura adalah yang paling banyak diburu pembeli jelang perayaan Imlek tahun ini.

“Rata-rata pembeli datang banyak yang cari bunga Sakura. Di sini kita jual untuk bunga cukup banyak. Ukurannya juga bervariasi,” kata dia, Senin malam (17/1).

ADVERTISEMENT
advertisement

Harga untuk berbagai pernak-pernik yang dijajakan juga cukup beragam. Tergantung ukuran dan bahan yang digunakan. Lampion misalnya, ia mengaku menjual pada kisaran harga Rp 110 ribu hingga yang paling mahal Rp 1,2 juta.

“Mengenai harga untuk semua barang-barang Imlek di sini umumnya masih standar. Tergantung pembeli ingin mencari yang bagaimana,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Tak tanggung-tanggung, para pedagang pernak pernik yang didominasi warna merah ini pun cukup besar seharinya.

Menurut keterangan Mega, rata-rata yang keuntungan dari usahanya menjual pernak-pernik tersebut bisa mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu dalam sehari.

“Perkiraan sehari itu bisa dapat sekitar Rp 600 ribu,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Selain menjajakan pernak-pernak Imlek di toko miliknya. Ia juga membuka stand disalah satu kelenteng di kawasan Meral yang memang setiap tahun mengadakan bazar Imlek.

“Stand kita di depan Kelenteng juga biasa ramai didatangi pembeli. Di sana ada bazar Imlek yang setiap tahun diadakan,” paparnya.

Momen perayaan Imlek memang menjadi berkah tersendiri baginya. Meski pandemi yang melanda sejak dua tahun silam sangat mempengaruhi hasil dari usahanya berjualan pernak-pernik Imlek.

ADVERTISEMENT

“Semoga di tahun macan air ini bisa membawa kebaikan bagi semua orang. Yang terpenting pandemi ini segera berlalu,” tutupnya.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 49 kali

Penulis: | Editor: Khairul S


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Harga Sayur Kangkung di Batam Anjlok hingga Rp 2 Ribu per Kilogram

19 Mei 2022 - 22:36 WIB

Harga Daging Ayam Potong di Bintan Capai Rp 47 Ribu

19 Mei 2022 - 14:25 WIB

Kelompok Budidaya dan Peternak Binaan PT SIKY Panen 1.000 Ekor Ikan

16 Mei 2022 - 14:04 WIB

Telkom Jadi BUMN Pertama yang Peroleh Sertifikasi Great Place to Work

15 Mei 2022 - 12:40 WIB

Ekonomi Kepri Mulai Tumbuh, Pemprov Usulkan Perluasan KEK

15 Mei 2022 - 11:44 WIB

Kredivo Ambil Peran dalam World Economic Forum

13 Mei 2022 - 10:00 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement