Menu

Mode Gelap

Warta · 5 Mar 2023 16:06 WIB

Polemik Lahan SMKN 9 Batam: Dipagar Developer, Kegiatan Belajar Terganggu


					Area sekolah SMKN 9 Batam dipagar oleh pihak perusahaan, Kamis (2/3). Foto:Dok SMKN 9 Perbesar

Area sekolah SMKN 9 Batam dipagar oleh pihak perusahaan, Kamis (2/3). Foto:Dok SMKN 9

Lahan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Sei Beduk, Batam, diduga diserobot pihak developer atau pengembang perumahan. Penyerobotan itu dilakukan dengan memasang pagar di area pekarangan sekolah.

Menurut pihak Sekolah SMKN 9 Batam, Agus Sahrir,SMKN

ADVERTISEMENT

“Langsung memagar pakai seng dan saat ditanya legalitas mereka tidak dapat menunjukkan,” ujar Agus baru baru ini kepada wartawan.

Sementara pihak sekolah memiliki bukti kepemilikan lahan 2 penetapan lokasi (PL) yang dikeluarkan BP Batam dengan luas hanya 3.097 m².

Dengan upaya pematokan itu, proses belajar menjadi terganggu hingga terjadi gesekan antara pihak sekolah dan perusahaan. Lalu ditengahi oleh polisi, namun perusahaan tetap bersikeras mematok lahan tersebut.

“Legalitas kami punya, segala kewajiban terkait lahan juga kami selesaikan. Kami minta administrasi mereka tak bisa tunjukkan. Kejadian ini pun sudah dilaporkan ke Disdik Kepri,” kata dia.

Sementara itu, Anggota DPRD Batam, Alex Guspeneldi, ikut menanggapi adanya upaya penyerobotan lahan milik sekolah tersebut. Menurutnya pihak sekolah dapat melaporkan ke pihak berwajib jika merasa dirugikan.

“Mendorong kepala sekolah melaporkan ke pihak kepolisian. Itu kasusnya penyerobotan karena pihak sekolah memiliki legalitas,” kata Alex.

Ia menyebut jika tidak ada penyelesaian kedua belah pihak akan menggangu proses belajar pada siswa-siswi.

ADVERTISEMENT

“Segera diselesaikan supaya tidak menganggu proses belajar,” kata dia.

Penjelasan BP Batam

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan, jika lahan yang diklaim perusahaan di atas lokasi sekolah sudah dicabut izin pengelolaan. Pembatalan pengelolaan lahan dilakukan sejak 2018 lalu.

“BP Batam telah mengeluarkan surat pembatalan pematangan lahan atas nama PT CIDI Pratama sejak 30 Juli 2018,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/3).

ADVERTISEMENT

Pembatalan dilakukan karena tidak sesuai dengan pengajuan dan peruntukan diberikan ke BP Batam sehingga lokasi lahan dialihkan ke SMPN 9.

“Karena pada saat ini telah keluar kebijakan bahwa Kavling Siap Bangun (KSB) sudah tidak diizinkan lagi,” pungkasnya.

Kepripedia masih mencoba konfirmasi kepada pihak PT CP terkait alokasi lahan tersebut.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Insiden “Pengusiran” Wartawan Berakhir Damai, KPU Lingga Minta Maaf: Harap Tak Terulang

2 Maret 2024 - 17:17 WIB

Ketua KPU Lingga bertemu sejumlah wartawan

NasDem Paling Banyak, Berikut 25 Nama Bakal Duduki Kursi DPRD Lingga

2 Maret 2024 - 16:21 WIB

Kantor DPRD Lingga

Hasil Lengkap Perolehan Suara Pemilu DPRD Kabupaten Lingga 2024

1 Maret 2024 - 21:36 WIB

Hasil Pemilu 2024 DPRD Kabupaten Lingga

Asyik! Ada Beasiswa untuk 1.500 Mahasiswa Kepri Berprestasi di Tahun 2024

1 Maret 2024 - 14:28 WIB

images 6

Polda Kepri Gelar Operasi Keselamatan Seligi 2024 Selama 14 Hari ke Depan

1 Maret 2024 - 14:21 WIB

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Asep Safrudin. Foto: Ist/kepripedia.com

Ribuan Pencaker Ikuti Job Fair 2024 di Bintan, Begini Harapan Roby Kurniawan

1 Maret 2024 - 12:37 WIB

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengunjungi Job Fair 2024
Trending di Warta