Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 3 Des 2021 18:35 WIB ·

Polres Bintan Tangkap Bandar Narkoba di Tanjungpinang


 Kapolres Bintan dan jajarannya menunjukkan barang bukti yang diamankan dari bandar narkoba yang diamankan di Tanjungpinang. Foto: Istimewa.
Perbesar

Kapolres Bintan dan jajarannya menunjukkan barang bukti yang diamankan dari bandar narkoba yang diamankan di Tanjungpinang. Foto: Istimewa.

Satuan Reserse Narkoba Polres Bintan mengamankan bandar narkoba berinisial, JK, alias Apek di kediaman Jalan Gudang Minyak, Kota Tanjungpinang pada 20 November 2021 lalu.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa narkoba jenis sabu sebesar 1,6 kilogram, 199 butir ekstasi dan 1.238 butir happy five. Dan, jika dikalkulasikan total barang haram tersebut sekitar Rp 2,3 miliar. Terdiri dari, sabu senilai Rp 1,6 miliar, ekstasi dengan harga jual Rp 99,5 juta dan happy five seharga Rp 619 juta.

Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono, mengatakan kasus itu terungkap dari laporan warga pada 20 November sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Bahwa dicurigai ada transaksi narkoba jenis sabu di Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang.

“Atas dasar informasi itu anggota kita melakukan penyelidikan. Lalu didapati ciri-ciri seperti pelaku berada di Tanjungpinang. Lalu dilakukan pengejaran,” ujarnya, Jumat (3/12).

ADVERTISEMENT

Selang satu jam kemudian, sekitar pukul 3.50 WIB anggota kepolisian mendapati pelaku berada di kediamannya. Disitu langsung dilakukan penggeledahan dan didapati 1 paket besar sabu dibungkus plastik bening dan kertas koran, 10 paket sedang sabu dibungkus plastik,1 paket kecil sabu dibungkus plastik bening.

Kemudian juga ditemukan pil ekstasi berjumlah 199 butir warna merah putih, 124 papan warna coklat silver berisikan 1.238 butir happy five.

“Kita amankan juga 1 tas plastik warna merah jambu, 1 unit imbangan digital merek Pocket Scale warna hitam, 1 tas plastik merek Gucci, 1 buah gunting, 4 plastik bening, 2 plastik bekas bungkus narkotika, Hp merek Nokia seri 105 dan 1 kotak coklat merek Reebok,” jelasnya.

Menurut Tidar, pelaku merupakan resedivis kasus narkoba dan pernah divonis penjara 5 tahun 1 bulan pada 2015 lalu. Namun, ia mendapat remisi sehingga bebas 2018 lalu.

ADVERTISEMENT

Akibat melakukan penjualan narkoba pelaku dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara serta denda Rp 100 juta.

“Kita masih melakukan penyelidikan guna mencari tau asal usul barang. Sebab diketahui narkotika ini berasal dari luar,” ucapnya.

Sementara itu, pelaku JK mengaku tidak mengetahui sosok pemilik asli narkotika jenis sabu, ekstasi dan happy five tersebut. Sebab dia tidak melakukan transaksi secara tatap muka.

“Barang itu diletakan di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Lalu saya ambil disana,” katanya.

Tiga jenis narkotika tersebut dibawanya ke rumah dan disembunyikan di dalam lemari. Kemudian akan dijual kepada pengguna narkotika yang berada di Pulau Bintan.

Dalam bisinis ini, kata ayah dua anak ini, narkotika yang ada ditangannya itu tidak dibeli secara kontan. Melainkan jika berhasil menjualnya dia akan mendapatkan upah sebesar Rp 30 juta.

“Kalau ada yang laku, duitnya akan saya transfer. Dari penjualan seluruhnya saya dapat bagian Rp 30 juta,” sebutnya.

Jatah hasil penjualan narkotika sebesar Rp 30 juta itu akan digunakan dia untuk biayai hidup istri dan kedua anaknya. Namun baru mau transaksi pertama, polisi sudah mengetahui dan menangkapnya.

“Istri tidak tau kalau saya jual narkoba. Sekarang saya sungguh menyesal,” tutupnya

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 38 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Jemput Kiriman Sabu dan Pil Ekstasi di Batam, 2 Wanita Dibekuk BNNP Kepri

21 Januari 2022 - 20:42 WIB

Sidang Kasus Penyelundupan 107 Kg Sabu Digelar, Terdakwa Terancam Hukuman Mati

21 Januari 2022 - 11:29 WIB

BP2MI Pulangkan 22 Calon PMI Ilegal yang Gagal Dikirim ke Malaysia

20 Januari 2022 - 20:19 WIB

Tertangkap Warga, Rambut 2 Maling Besi Teralis di Batam Dicukur

20 Januari 2022 - 15:56 WIB

Bejad, Seorang Kakek di Karimun Tega Cabuli Anak 5 Tahun

20 Januari 2022 - 13:41 WIB

10 WNA Pelaku Pemerasan Modus Phone Sex yang Ditangkap di Batam Dideportasi

19 Januari 2022 - 22:07 WIB

Trending di Hukum Kriminal