Sejumlah warga rela mengantre untuk berburu gas elpiji 3 kg di salah satu gerai agen LPG di kawasan Baran II, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral, Karimun, Senin (6/11) sore.
Untuk mendapatkan satu tabung gas LPG 3 kg, warga harus membayar Rp 25.000 dengan syarat membawa identitas kependudukan berupa KTP.
Salah seorang warga Karimun, Arman, mengatakan jika kelangkaan gas elpiji 3 kg sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
“Kami sudah tiga hari ini cari tapi gak ketemu, ini begitu kita dapat informasi langsung datang ke lokasi,” ujarnya.
Kurang dari satu jam, pasokan gas yang baru saja tiba tersebut langsung ludes diserbu masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan membeli lebih dari satu tabung untuk stok memenuhi kebutuhan rumahan atau usaha.
“Kadang begitu masuk kita terpaksa membeli lebih, habis mau gimana kita butuh untuk usaha,” jelas dia.
Hal senada juga disebutkan, Irma. Ia biasa membeli gas di toko ritel yang tidak jauh dari rumahnya. Namun, ketersediaan gas dalam beberapa hari terakhir sulit didapat.
“Kita gak tau apa kendalanya, yang pasti kita sangat kesulitan jika kondisi pasokan gas terus seperti ini,” ungkapnya.
Ia juga meminta Pemerintah untuk segara melakukan evaluasi terhadap pendistribusian agar tidak berdampak ekonomi masyarakat kecil.
“Tentu penyelesaian kendalanya Pemerintah yang lebih tau. Kita masyarakat kecil ini cuma mau untuk mendapat gas tidak sulit,” terangnya.
Pantauan di lapangan, selain di kawasan Baran II, antrean panjang warga yang berburu elpiji 3 kg juga terjadi di kampung Payamanggis. Kondisi tersebut juga menyebabkan kemacetan lalu lintas.