Karimun – Guna menguji kesiapsiagaan dan meningkatkan kemampuan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat, Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Karimun menggelar simulasi skala besar di Kantor PLTU Tanjung Balai Karimun, Kamis, 21 Mei 2026.
Simulasi komprehensif ini mencakup berbagai skenario potensi gangguan, mulai dari penanganan bencana alam seperti kebakaran, angin puting beliung, dan black out (mati lampu massal), hingga penanganan tumpahan limbah B3 serta pengendalian massa (Huru-Hara).
Acara ini dihadiri langsung oleh Kabag Ops Polres Karimun AKP Andri Yusri, Kasat Samapta Polres Karimun AKP Binsar Samosir, Manager PLTU Tanjung Sebatak, serta jajaran dari Basarnas, BPBD Karimun, tim medis RSBT Karimun, dan seluruh karyawan PLTU Karimun.
Salah satu momen krusial dalam simulasi ini adalah penanganan gangguan keamanan berupa unjuk rasa (UNRAS) anarkis.
Disimulasikan, sekelompok masyarakat menggelar aksi protes keras di area PLTU karena tidak menerima adanya rencana pemadaman listrik. Situasi yang sempat memanas berhasil diredam setelah Polres Karimun menerjunkan 1 Pleton Dalmas Inti dari Sat Samapta.
Dengan perlengkapan lengkap, personel Dalmas memperagakan taktis pengamanan objek vital, mulai dari negosiasi humanis hingga pembentukan formasi pertahanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) demi memastikan operasional PLTU tetap berjalan aman.
Kasat Samapta Polres Karimun, AKP Binsar Samosir, menegaskan bahwa simulasi ini bukan sekadar latihan rutin, melainkan langkah vital dalam menjaga stabilitas keamanan di Karimun, khususnya pada Objek Vital Nasional (Obvitnas).
“PLTU Sebatak ini adalah jantung kelistrikan di Karimun. Gangguan sekecil apa pun, baik karena faktor alam maupun faktor sosial seperti unjuk rasa, akan berdampak luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, personel kami harus selalu dalam kondisi siap siaga 24 jam dengan kemampuan taktis yang prima,” ujar AKP Binsar Samosir di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, AKP Binsar menambahkan bahwa kunci keberhasilan penanganan darurat di lapangan adalah koordinasi dan sinergitas yang solid antarinstansi.
“Hari ini kita tidak hanya menguji ketangkasan fisik personel Dalmas, tetapi juga menguji bagaimana pola koordinasi kita bersama TNI, manajemen PLTU, Basarnas, BPBD, dan tim medis. Kami mengutamakan pendekatan yang humanis dan persuasif dalam menghadapi massa, namun tetap tegas dan terukur sesuai SOP jika situasi mulai mengancam keselamatan publik,” pungkasnya.
Melalui simulasi terintegrasi ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesamaan persepsi dan kesiapan tindakan (clear action), sehingga jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat yang sebenarnya, fatalitas cedera dan gangguan operasional dapat ditekan hingga titik nol (zero accident).
Seluruh rangkaian simulasi berjalan dengan aman, tertib, dan menunjukkan komitmen kuat Polres Karimun dalam menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Karimun.