Singkep — Politeknik Lingga menorehkan sejarah baru. Kampus yang digagas tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Alias Wello, itu menggelar Yudisium angkatan pertama pada Senin, 14 September 2026. Sebanyak 32 mahasiswa dari tiga program studi pendidikan vokasi resmi dinyatakan lulus.
Yudisium berlangsung di kampus Politeknik Lingga, yang menempati Gedung Implasemen eks perkantoran PT Timah di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Gedung itu bukan bangunan biasa.
Ia menyimpan jejak sejarah kebangkitan pertambangan timah yang mendunia dan menjadi cikal bakal berdirinya PT Timah yang sekarang berada di bawah naungan Danantara Indonesia sebagai penopang ekonomi negara.
“Alhamdulillah Politeknik Lingga sudah selesai melaksanakan acara Yudisium Angkatan I Sarjana untuk 3 Prodi (Pertanian, Perikanan dan Peternakan). InsyaAllah Wisuda akan dilaksanakan pada Bulan November 2026,” ujar Alias Wello melalui pesan singkatnya, Senin, 14 September 2026.
Berawal dari Kegelisahan Seorang Bupati
Kehadiran Politeknik Lingga bukan perkara semalam. Kampus ini resmi membuka kuliah perdana pada Kamis, 1 September 2022. Sejak awal, pendiriannya bukan sekadar menambah lembaga pendidikan. Ada visi besar yang mengiringinya: meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lingga, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Gagasan itu lahir dari pengalaman langsung Alias Wello, atau yang akrab disapa Awe, saat menjabat Bupati Lingga. Ia melihat sendiri bagaimana daerahnya memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perikanan, tetapi selalu terbentur persoalan kualitas SDM. Dari kegelisahan itulah ia mencari jalan keluar melalui pendidikan tinggi.
Visi tersebut semakin kuat setelah ia mendapat motivasi dari Menteri Pertanian Indonesia saat itu, Andi Amran Sulaiman. Andi Amran menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata—sektor-sektor yang kala itu menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Lingga. Seruan itu sejalan dengan visi-misi Alias Wello yang ingin membawa kemajuan daerah lewat sektor-sektor tersebut.
Tiga Prodi, Satu Harapan
Yudisium kali ini meluluskan mahasiswa dari tiga program studi: Pertanian, Perikanan, dan Peternakan. Ketiganya merupakan bidang yang sejak awal menjadi fondasi berdirinya Politeknik Lingga.
Bagi Politeknik Lingga, yudisium ini bukan sekadar seremoni akademik. Ia menjadi penanda bahwa mimpi yang dimulai empat tahun lalu perlahan menemukan bentuknya. Dari sebuah gedung bersejarah di Dabo Singkep, lahir generasi baru lulusan vokasi yang diharapkan mampu menggerakkan sektor-sektor strategis di Kabupaten Lingga.
Kini, seluruh mata menuju November 2026. Sebanyak 32 lulusan angkatan pertama itu akan menjalani wisuda—sebuah momen puncak yang sekaligus menandai babak baru bagi pendidikan vokasi di Kepulauan Riau.