Menu

Mode Gelap

Viral · 24 Jan 2022 22:03 WIB ·

Sempat Viral, Polisi Bantah Ada Penyekapan Wanita di Batam, Ini Penjelasannya


 Polisi saat memintai keterangan kepada ART dan pihak perusahan penyalur. Foto: Dok Polsek Lubuk Baja
Perbesar

Polisi saat memintai keterangan kepada ART dan pihak perusahan penyalur. Foto: Dok Polsek Lubuk Baja

ADVERTISEMENT
advertisement

Baru-baru ini viral di Facebook adanya wanita yang disekap di sebuah Ruko di Pantai Permata, Lubuk Baja, Kota Batam Kepulauan Riau.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi kemudian mengungkapkan jika kabar yang viral sejak Minggu (23/1) lalu berbeda dari info yang beredar.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Budi Hartono, menjelaskan informasi yang viral di media sosial ini bermula dari selembar kertas yang diduga dilempar oleh yang bersangkutan ke luar ruko.

“Jadi saya luruskan informasi ada wanita di sekap. Itu tidak benar. Hal itu setelah kita lakukan penyelidikan,” ujar Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Budi Hartono, Senin (24/1).

ADVERTISEMENT
advertisement

Dia menyebutkan di lokasi ditemukan 4 orang wanita bernama Septa Sinaga, status karyawan dan Putri Devi Arianti, Sakut Triana dan Nur Halimah status asisten rumah tangga (ART) yang tengah berada di lantai dua.

“Mereka tengah berada di kantor PT Satria Siaga Persada bergerak bidang penyalur tenaga kerja rumah tangga dalam negeri,” ucap dia.

ADVERTISEMENT

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan penyekapan dan pemerasan namun wanita tersebut kebingungan. Sehingga mereka menulis surat yang dibuang kepada pejalan kaki atau orang yang melintas di depan perusahaan tersebut untuk meminta bantuan agar bisa pulang ke daerah asal.

Yang menulis Nurhalimah (31) asal Papan Asri, Lampung Utara, Kecamatan Abung Smuli, Kota Bumi, Provinsi Lampung dan Sakutriana alisa Triana (38) Asal Desa Lubuk Ubar, Juruk Selatan Kabupaten Rejang Lebeng, Provinsi Bengkulu.

Keduanya bekerja sebagai ART yang direkrut untuk dipekerjakan di Batam oleh PT Satria Siaga Samudera (SSS).

ADVERTISEMENT

“Mereka dikontrak untuk bekerja, tapi beberapa hari kerja mereka tak betah dan kebingungan,” ucap dia.

Terkait perusahaan, ia mengungkapkan jika tidak ada pelanggaran dan sudah mengantongi izin bahkan telah memberikan fasilitas dan konsumsi makan yang layak.

“Jadi mereka ini kalau keluar, misal ke warung diperbolehkan. Tapi kalau kerja tak boleh pegang telepon karena ada ikatan dibuat antara ART dengan majikan,” papar dia.

ADVERTISEMENT

Kini Sakut dan Nur tak ingin lagi untuk kerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Pihak perusahan menyanggupi namun segala administrasi yang telah dibuat sejak awal harus diselesaikan terlebih dahulu.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 23 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Waspada Ancaman Buaya di Kawasan Pesisir Bintan

19 Mei 2022 - 14:31 WIB

Seorang Pria di Bukit Ayu Batam Ditemukan Tewas di Kamar Indekos

13 April 2022 - 23:06 WIB

Bos PS Store Putra Siregar dan Artis Rico Valentino Jadi Tersangka Dugaan Pengeroyokan

12 April 2022 - 21:44 WIB

Video Pemotor Ditilang di Batam Viral, Ini Penjelasan Polisi

9 April 2022 - 19:30 WIB

Fenomena Hujan Es di Batam, Ini Penjelasan BMKG

29 Maret 2022 - 18:02 WIB

Mengaku Dipukuli Ustaznya, Seorang Santriwati Ponpes di Tanjungpinang Kabur dan Lapor ke Warga

22 Maret 2022 - 13:23 WIB

Trending di Viral
advertisement