Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 8 Feb 2023 12:10 WIB

Seorang IRT di Batam Diciduk Polisi Terkait PMI Ilegal, Ini Perannya


					Pelaku yang terlibat pengiriman PMI ilegal di Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Pelaku yang terlibat pengiriman PMI ilegal di Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Batam inisial WD (41) harus berurusan dengan hukum setelah ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam pengiriman  Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke luar negeri.

Kapolsek KKP Batam, Iptu Putra Jaya Tarigan dalam konferensi pers di Polsek KKP, Batam, Selasa (7/2) menyebutkan, WD berperan membantu mengurus calon PMI yang akan diberangkatkan.

ADVERTISEMENT

“Tersangka membantu (mengurus) calon PMI hendak berangkat melalui pelabuhan Harbourbay ke Malaysia tanpa prosedural,” kata Iptu Putra Jaya Tarigan.

Kasus penyelundupan PMI non prosedural melalui pelabuhan Harbourbay Batuampar, Batam ini terungkap pada Sabtu (4/2) kemarin.

Bermula dari polisi yang mencurigai gerak gerik pelaku yang diduga akan mengirim calon PMI ke luar negeri. Dari kecurigaan tersebut petugas menghampiri pelaku hingga dilakukanlah pemeriksaan secara intensif.

“Setelah diinterogasi, WD mengaku telah mengirimkan orang ke luar negeri tanpa prosedural. Ada tiga calon PMI yang diurus WD. Satu orang diamankan di pelabuhan, dan di mobil hingga di rumah korban,” ujar dia.

WD menampung calon PMI di rumahnya. Kemudian calon PMI tersebut dikirim secara bertahap untuk mengelabui petugas.

“Pelaku WD menampung calon PMI di rumahnya,” lanjut Kapolsek KKP Batam tersebut.

Ibu tiga anak ini hanya sebagai perantara atau pengurus di Batam. Sementara perekrut calon PMI ada pelaku lain asal Surabaya yang kini berstatus DPO.

ADVERTISEMENT

“Pelaku mendapatkan permintaan untuk mengurus calon PMI dari pelaku DPO di Surabaya. Pelaku mendapatkan keuntungan Rp 7-9 juta dari setiap korban yang berangkat ke Malaysia melalui Batam,” bebernya.

Dari tangan WD polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil merek honda Brio, tiga paspor dan tiket pesawat korban.

Saat dihadirkan dalam konferensi pers, WD yang mengenakan baju tahanan dengan tangan terborgol hanya tertunduk diam.

ADVERTISEMENT

Dihadapan awak media, ia pun mengakui telah melakoni bisnis gelap tersebut sejak awal Januari 2023 lalu.

“Masih baru (mengurus) PMI. Sejak awal Januari kemarin,” ujarnya kepada wartawan.

WD sendiri dijerat dengan pasal 81 Jo pasal 83 UU No 18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 15 miliar.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Ribuan Narapidana di Kepri Terima Remisi Idul Fitri, 13 Orang Langsung Bebas

11 April 2024 - 23:30 WIB

Ilustrasi remisi

Seorang Anggota Bawaslu Kepri Ditangkap Terkait Narkoba

4 April 2024 - 17:38 WIB

Ilustrasi diborgol

Polresta Tanjungpinang Tangkap 9 Pengedar Narkoba, 1 di Antaranya Oknum Satpol PP

2 April 2024 - 21:30 WIB

IMG 20240401 212534 313 01 11zon

Polda Kepri Gagalkan Upaya Penyelundupan 6 Orang PMI ke Malaysia

2 April 2024 - 14:11 WIB

IMG 20240402 WA0003

Oknum ASN di Natuna Ditangkap Terkait Narkoba

1 April 2024 - 15:10 WIB

IMG 20240401 WA0005 11zon

Lanal Karimun Tangkap Komplotan Pencuri di Atas Kapal, Beraksi Dinihari

31 Maret 2024 - 17:32 WIB

IMG 20240331 163201 11zon
Trending di Hukum Kriminal