Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 6 Jan 2022 14:55 WIB ·

Setelah Seilekop, Kini Puskesmas Teluk Sasah Diduga Korupsi Insentif Nakes Rp 130 Juta


 Ilustrasi korupsi insentif nakes. Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi korupsi insentif nakes. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Satu persatu kepala puskesmas di Kabupaten Bintan dipanggil oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan guna menghitung dugaan korupsi dana insentif tenaga kesehatan (nakes) dalam penanganan COVID-19.

Pemanggilan pertama dimulai dari Puskesmas Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Dari hasil penghitungan antara pihak jaksa dan pegawai Puskesmas Teluk Sasah, ternyata atas kesengajaan mereka melakukan korupsi dan telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 130 juta.

“Jadi selisih antara perhitungan mereka sendiri dengan hasil perhitungan bersama sangat besar,” ungkap I Wayan Riana, Kajari Bintan, kemarin.

Namun demikian, lanjut I Wayan, angka kerugian negara sebesar Rp 130 juta belum finaI. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bisa bertambah. 

ADVERTISEMENT
advertisement

“Itu baru dari perhitungan bersama dan belum berakhir karena belum masuk lagi ke dalam penyelidikan mendalam. Namun untuk gimana selanjutnya terhadap kasus ini kita akan minta petunjuk dari pimpinan dulu,” katanya.

Kendati demikian, beberapa waktu lalu 13 Kepala puskemas datang bersama-sama mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 504 juta lebih. Dari total tersebut, kepala puskesmas Teluk Sasah hanya kembalikan Rp 50 juta ke jaksa. Bedasarkan pengakuan mereka besaran uang yang dikembalikan itu sesuai dengan perhitungan yang mereka lakukan sendiri.

ADVERTISEMENT

I Wayan menambahkan, setelah Puskesmas Teluk Sasah, ada 12 puskesmas lagi akan mendapatkan giliran untuk dipanggil dan dillakukan penghitungan bersama pihak kejaksaan. Ditargetkan penghitungan itu akan selesai dilakukan sebelum akhir bulan ini.

Selain melakukan penghitungan pihak kejaksaan juga sedang menunggu laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan terkait total alokasi dana insentif nakes yang dikucurkan ke seluruh puskesmas se-Kabupaten Bintan sari 2020 san 2021.

“Kemarin kita ketahui alokasi anggaran ke puskesmas sekitar Rp 4 miliar lebih. Ternyata lebih dari nominalnya sebab untuk di Puskesmas Seilekop saja yang awalnya Rp 800 juta lebih menjadi Rp 1,2 miliar kenaikan itu karena ada carryover 3 bulan yang belum dihitung Dinkes Bintan. Yaitu cary over yang 2020 dibayarkan di 2021,” ucapnya.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 79 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Paksa Gadis Remaja Nonton Film Porno, Kakek di Tanjungpinang Ditangkap

27 Juni 2022 - 17:23 WIB

Mantan Karyawan Rumah Makan Sambal Ijo di Batam Curi Emas dan Uang Milik Bos

26 Juni 2022 - 13:09 WIB

Imigrasi Batam Deportasi Seorang Warga China

25 Juni 2022 - 14:29 WIB

BC Batam Bantu Gagalkan Penyelundupan Paket Ganja di Samarinda dan Bandung

24 Juni 2022 - 19:51 WIB

Beri Tumpangan Tempat Tinggal, Pria di Sei Jang Malah Cabuli Remaja Bawah Umur

23 Juni 2022 - 20:02 WIB

Putusan Banding Kasus Hutan Lindung Jadi Kavling di Batam Lebih Ringan, Konsumen Kecewa

22 Juni 2022 - 15:25 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement