Target 3,5 Km Rampung 2026, Pemko Batam Siapkan Tiga Ruas Jalan Lingkar Rp799 M

Batam – Pemerintah Kota Batam mulai menyusun rencana pembangunan jalan lingkar yang akan menghubungkan sejumlah kawasan di kota tersebut. Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas warga.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa jalan lingkar dibutuhkan untuk membuka akses baru di berbagai titik. Menurutnya, infrastruktur ini tidak hanya memudahkan pergerakan masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di kawasan-kawasan yang selama ini belum terhubung secara optimal.

ADVERTISEMENT

“Kita ingin pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada membuka akses, tetapi juga membangun konektivitas antarkawasan. Jalan lingkar ini menjadi bagian dari upaya kita menyiapkan infrastruktur Batam untuk kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota ke depan,” ujar Amsakar, Kamis (20/8).

Rencana pembangunan jalan lingkar Batam terbagi menjadi tiga koridor utama: Lingkar Selatan, Lingkar Utara, dan Lingkar Tengah. Ketiganya telah dicantumkan dalam dokumen perencanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam.

Untuk Lingkar Selatan, trase yang direncanakan memiliki total panjang 10,075 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp183,32 miliar. Jalurnya meliputi Simpang Sei Pancur–Simpang Kampung Bagan–Waduk Duriangkang, ruas Waduk Duriangkang sisi laut, jembatan Waduk Duriangkang sisi laut, hingga Waduk Duriangkang–Simpang Bumi Perkemahan.

Lingkar Utara direncanakan sepanjang 14,508 kilometer dengan anggaran sekitar Rp260,42 miliar. Rutenya mencakup Simpang Golden Prawn, kawasan Bundaran Ocarina, Gedung Sumatera, Central Boulevard, Botania Garden, hingga Simpang Kaveling Sambau.

Sementara Lingkar Tengah memiliki panjang trase 18,558 kilometer dengan estimasi biaya Rp355,76 miliar. Koridor ini menghubungkan Simpang Kantor Lurah Kibing, Jalan Diponegoro, Tiban Housing, Tiban Indah, Tanjung Uma, hingga Pondok Pelangi.

Secara keseluruhan, ketiga ruas jalan lingkar tersebut mencapai total panjang 43,14 kilometer.

Amsakar menegaskan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan perencanaan, anggaran, serta pembagian kewenangan antara Pemko Batam dan BP Batam. Dalam rencana pelaksanaan DBMSDA, pembangunan ditargetkan mencapai 3,5 kilometer pada 2026 dan 4,767 kilometer pada 2027.

ADVERTISEMENT

“Pembangunan ini membutuhkan perencanaan dan kolaborasi. Karena itu, kita akan melaksanakannya secara bertahap sesuai kemampuan dan prioritas. Yang terpenting, arah pembangunannya jelas dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” kata Amsakar.

Menurut dia, konektivitas yang semakin baik akan memperpendek waktu tempuh, membuka akses kawasan, serta mendukung pergerakan orang dan barang. Program jalan lingkar ini sekaligus memperkuat komitmen Amsakar dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra dalam membangun infrastruktur yang terintegrasi.

“Batam terus berkembang. Infrastruktur harus mengikuti perkembangan itu. Kita ingin konektivitas semakin baik sehingga masyarakat lebih mudah bergerak dan kegiatan ekonomi dapat tumbuh di berbagai kawasan,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Dengan pembangunan bertahap, jalan lingkar diharapkan menjadi salah satu fondasi penting bagi pengembangan Batam sebagai kota industri, perdagangan, jasa, dan investasi.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article