Menu

Mode Gelap

Pojok · 25 Sep 2022 08:49 WIB ·

Telkom Sebut Transformasi Digital di Indonesia Butuhkan Banyak Talenta


 Telkom Sebut Transformasi Digital di Indonesia Butuhkan Banyak Talenta Perbesar

Pesatnya adopsi digital di Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang menyumbang kontribusi besar terhadap PDB nasional. Namun, transformasi digital Indonesia menghadapi tantangan kekurangan talenta/SDM digital.

Direktur Digital Bisnis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Muhamad Fajrin Rasyid memaparkan, saat ini permintaan industri ICT terhadap talenta digital sangat tinggi melampaui dari talenta yang ada dan tersedia.

“Indonesia saat ini kekurangan talenta digital yang mengancam pertumbuhan industri teknologi dengan prakiraan unrealized output senilai USD 21,8 miliar,” jelas Fajrin di hadapan 600 peserta Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2022, di Nusa Dua, dalam pesan diterima, Sabtu (24/9).

Mengutip Bank Dunia, Fajrin memaparkan, pertumbuhan pesat sektor teknologi sepanjang 2015 hingga tahun 2030 akan membuat Indonesia kekurangan 9 juta tenaga terlatih & semi terlatih di bidang teknologi.

ADVERTISEMENT
advertisement

Selain itu, setidaknya pada tahun 2018 sebanyak 1.000 perusahaan teknologi aktif mencari talenta digital. Angka perusahaan tersebut justru meningkat 5x lipat dari tahun 2017. Data Kementerian juga menunjukkan adanya kekurangan 600 ribu per tahunnya terhadap kebutuhan talenta teknologi.

Fajrin memaparkan, Telkom berkomitmen untuk mendukung pengembangan inovasi dan talenta digital Indonesia. Setidaknya ada tiga wadah inkubasi yang Telkom miliki untuk menampung dan mengembangkan ide inovasi dari internal maupun eksternal, seperti Tribe, Amoeba dan Indigo.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya ide yang telah diinkubasi dan dikembangkan oleh startup, akan dibantu dalam mengelola dana serta mendorong perusahan startup tersebut untuk menemukan investor melalui corporate modal ventura, MDI Ventures.

Saat ini MDI memiliki Assets Under Management (AUM) sebesar USD 830 juta dan lebih dari 70 portofolio dimana tiga di antaranya menjadi unicorn dan 11 di antaranya sudah melewati tahap investment akhir (IPO dan M&A).

Menurut Fajrin, keberhasilan transformasi digital membutuhkan perubahan pola pikir yang radikal pada bisnis, digitisasi, dan para talenta.

ADVERTISEMENT

Keberhasilan transformasi digital juga membutuhkan prasyarat yakni fokus pada kebutuhan konsumen, jangan merasa terlalu nyaman dengan bisnis inti, jangan menolak terhadap perubahan, jangan terlalu lambat berinovasi, dan jangan takut dengan risiko.

Selain itu dibutuhkan strategi bisnis yang tepat, andalkan rekomendasi staf internal apa yang dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan dalam operasional sehari-hari, masukan pelanggan dibutuhkan untuk customer experience, budaya agile startup menjadi kebutuhan, dan pastikan transformasi digital yang dilakukan tidak menggantikan tenaga kerja.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 20 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

advertisement
Baca Lainnya

Babinsa Jagoh, Koramil 04/Dabo, Kodim 0315/TPI, Monitoring Penumpang di Pelabuhan Jagoh

5 Desember 2022 - 12:29 WIB

Marak Isu Penculikan Anak di Batam, Polisi Imbau Sekolah Tetap Waspada

5 Desember 2022 - 10:07 WIB

Tenaris Gelontorkan Rp 539 Juta untuk Beasiswa SMA/SMK di Batam

4 Desember 2022 - 16:48 WIB

Petugas Rutan Batam Sambangi Rutan Kelas II Karimun

4 Desember 2022 - 15:21 WIB

Keseriusan Telkom dalam SDGs Berbuah Penghargaan Katadata Green Initiative Award

4 Desember 2022 - 15:05 WIB

Babinsa Tanjungharapan Koramil 04/Dabo, Kodim 0315/TPI Bantu Warga Perbaiki Pompong Rusak

4 Desember 2022 - 11:51 WIB

Trending di Pojok
advertisement