Menu

Mode Gelap

Warta · 27 Mei 2022 06:08 WIB ·

Tunggu Izin BPJS, RSUP RAT Tanjungpinang Akan Layani Pasien Jantung


 Sakit Jantung Ilustrasi. Foto: Canva Perbesar

Sakit Jantung Ilustrasi. Foto: Canva

ADVERTISEMENT
advertisement

Proses kerjasama untuk menjadikan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang sebagai rujukan pelayanan penyakit jantung, saraf, dan kanker di Provinsi Kepri terus berjalan.

Direktur RSUP Raja Ahmad Tabib, Yusmanedi, mengungkapkan para dokter spesialis yang ditugaskan menempuh pendidikan dalam bidang-bidang tersebut sudah menyelesaikan sekolahnya.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Karena syaratnya untuk menjalankan kerjasama itu, dokter di rumah sakit rujukan harus selesai pendidikan,” ucapnya di Tanjungpinang Rabu (25/5).

Selain itu, lanjut Yusmanedi, saat ini pihaknya sedang mengurus izin dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pusat. Menurutnya, izin dari BPJS Kesehatan sangat penting mengingat pasien yang berobat ke RSUP RAT didominasi menggunakan fasilitas jaminan kesehatan tersebut

ADVERTISEMENT
advertisement

“Tinggal menunggu izin dari BPJS (kesehatan) turun, baru bisa kita jalankan,” katanya.

Sementara untuk kelengkapan alat, lanjut Yusmanedi, RSUP RAT sudah memiliki mesin Cath Lab yang lengkap dan berfungsi untuk pemeriksaan pada jantung guna mengetahui adanya penyakit.

ADVERTISEMENT

Namun demikian, pihaknya masih harus melengkapi fasilitas bedah jantung di rumah sakit. Dikatakannya, pihak RS Harapan Kita sudah melakukan peninjauan untuk melihat kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk melengkapi fasilitas beda jantung di RSUP RAT, Tanjungpinang.

“Nanti kebutuhannya kita usulkan ke Kemenkes untuk dipenuhi, karena yang menyediakan alat dari kemenkes. Yang penting kita siapkan tempatnya,” jelas Yusmanedi.

Yusmanedi menambahkan pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin agar RSUP RAT segera menjadi fasilas kesehatan rujukan pelayanan penyakit jantung, saraf, dan kanker di Provinsi Kepri sesuai dengan target Gubernur hingga 2024 mendatang.

ADVERTISEMENT

“Sehingga masyarakat Kepri bisa mendapatkan manfaat maksimal pelayanan-pelayanan tersebut,” demikian Yusmanedi.

Sebelumnya, Pemprov Kepri menjalin kerjasama dengan sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan pelayanan penyakit jantung, saraf, dan kanker. Dengan demikian, kedepan masyarakat Kepri sudah bisa menerima layanan kesehatan ketiga penyakit katastropik tersebut di RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT) tanpa harus dirujuk ke Jakarta.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengungkapkan peningkatan layanan kesehatan merupakan salah satu prioritas yang dilakukannya kedepan. Oleh karena itu, Pemprov Kepri menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, dan Pusat Kanker Nasional Rumah Sakit Kanker Dharmais demi mengembangkan pelayanan penyakit penyebab kematian terbesar di Indonesia tersebut.

ADVERTISEMENT

“Menkes menyampaikan 3 penyakit mematikan yang perlu ditangani dengan serius di daerah. Yaitu jantung, stroke, dan kanker. Maka disini kami mengapresiasi dan mendukung kerja sama ini. Mudah-mudahan 3 penyakit ini secara bertahap dapat dieleminir di Kepri,” ungkapnya usai penandatanganan MoU di Gedung Daerah, Tanjungpinang pada April 2022 lalu.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 54 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Daftar Pemilih di Kepri per Juni 2022 Bertambah 1.947 Orang dari DPT 2020

6 Juli 2022 - 20:23 WIB

Karimun Dapat Suplai 75 Ekor Sapi dari Natuna untuk Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban

6 Juli 2022 - 14:15 WIB

Ini Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan di Batam

6 Juli 2022 - 13:42 WIB

HUT Bhayangkara ke-76, Ansar Berharap Kepri Semakin Kondusif

6 Juli 2022 - 12:17 WIB

28 Guru di Bintan Diberi Promosi, Naik Jabatan Jadi Kepala Sekolah

6 Juli 2022 - 11:38 WIB

Dana Pinjaman PT SMI Belum Cair, Sekdaprov: Sudah Diajukan, Cairnya Bertahap

6 Juli 2022 - 11:30 WIB

Trending di Warta
advertisement