BINTAN — Detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun ini diperingati dengan khidmat di Kabupaten Bintan. Ratusan masyarakat tampak memadati Lapangan Relief Antam Kijang, Kecamatan Bintan Timur, sejak pagi. Mereka datang berbondong-bondong, bukan sekadar untuk menyaksikan upacara, tetapi untuk ikut merasakan denyut kemerdekaan yang masih terasa hangat di dada.
Upacara berlangsung tertib. Bendera Merah Putih perlahan dikibarkan, bergerak seirama angin pagi yang berhembus lembut. Para petugas pengibar bendera, yang semuanya adalah pelajar dari berbagai sekolah di Bintan, menjalankan tugas dengan penuh ketelitian dan rasa bangga. Di antara mereka ada Muhammad Hilal Al Zikry dari SMAN 1 Bintan Timur yang dipercaya membawa bendera, Iman Syah Putra dari SMAN 1 Teluk Sebong sebagai perentang, dan Noviandi Dhaffarianto dari SMA Swasta Tunas Bangsa sebagai penarik. Sementara itu, Ainur Rida, siswi SMAN 1 Teluk Sebing, mengemban tugas membawa baki pusaka dengan langkah mantap.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Di hadapan ribuan pasang mata yang memandang, ia menyampaikan amanat yang mengalir penuh makna. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memupuk rasa syukur, karena bangsa yang telah genap berusia 81 tahun ini masih teguh berdiri dan terus menunjukkan jati dirinya.
*“Momentum peringatan kemerdekaan ini hendaknya mengingatkan kita semua untuk senantiasa bersyukur atas hasil perjuangan para pahlawan dan pendahulu bangsa. Kita yang sekarang memikul tanggung jawab untuk menentukan arah bangsa di masa depan,”* ujar Roby mengawali pidatonya.
Ia juga menekankan bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Setiap warga, kata Roby, memiliki andil dalam mengisi kemerdekaan sebagai warisan dari pendiri bangsa.
Deretan petugas upacara lainnya tampak menjalankan peran masing-masing dengan sigap. Ajun Komisaris Polisi Aang Setiawan, Kapolsek Bintan Timur, bertindak sebagai Perwira Upacara. Komandan Upacara dipercayakan kepada Inspektur Polisi Dua Fransiscus Chalvin Tumanan dari Kanit 1 SPKT Polres Bintan. Sementara Inspektur Polisi Dua Hendra Parsaoran Pardede dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Bintan bertindak sebagai Komandan Kompi Paskibraka.
Setelah upacara usai, suasana haru masih terasa. Bupati Roby tak langsung meninggalkan lapangan. Ia berkeliling, menyapa satu per satu personel Paskibraka, bersalaman dengan masyarakat, dan sesekali berhenti untuk berbincang santai. Namun di tengah kebersamaan itu, ada pesan lain yang ia sampaikan dengan nada yang lebih berat.
Roby mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan doa bagi saudara-saudara sebangsa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah dilanda musibah. Ia dengan tegas mengatakan bahwa duka masyarakat NTT adalah duka seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Bintan.
*“Dari Bintan, kita panjatkan doa terbaik untuk saudara-saudara kita di NTT agar diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Harapan kita semua tentunya kondisi bisa terkendali dengan baik dan proses pemulihan bisa berjalan maksimal. Salam merdeka dan salam satu bangsa untuk saudara-saudara kita semua di sana,”* pungkas Roby.
Pernyataan itu mengakhiri rangkaian upacara dengan pesan yang tak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga mengingatkan bahwa kebersamaan sebagai satu bangsa adalah makna sejati dari merah putih yang berkibar.