Menu

Mode Gelap

Warta · 27 Mar 2023 20:59 WIB

Warga Kampung Tua Jabi Bawa Sejumlah Tuntutan ke DPRD, Nuryanto: Semua Harus Diberi Kepastian


					Ketua DPRD Batam Nuryanto RDP dengan warga Kampung Tua Jabi, Senin (27/3). Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Ketua DPRD Batam Nuryanto RDP dengan warga Kampung Tua Jabi, Senin (27/3). Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Polemik lahan Kampung Tua Jabi, Nongsa Batam masih terus bergulir. Teranyar warga datang ke DPRD Batam dengan membawa sejumlah tuntutan.

Di antaranya meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam serta DPRD Batam mengeluarkan penetapan lokasi (PL) seluruh kawasan yang masuk Kampung Tua.

ADVERTISEMENT

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI tentang Kampung Tua saat kunjungan ke Batam pada tanggal 6 April 2019,” kata Ernawati, perwakilan warga, di DPRD Batam, Senin (27/3).

Selain itu, warga juga meminta pemerintah untuk segera mengukur lahan dan memberikan kepastian dengan mengeluarkan sertifikat.

“Menuntut agar segera dikeluarkan payung hukum tentang Kampung Tua melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam,” kata dia.

Ia mengaku, sejak 2004 legalitas Kampung Tua sudah diperjuangkan. Ia pun berharap kepada pemangku kepentingan untuk dapat segera menyelesaikan legalitas, supaya tidak terjadi polemik ke depan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, mengatakan, seluruh kampung tua sudah seharusnya mendapat legalitas.

“Kami meminta untuk cepat difasilitasi dengan tim penyelesaian kampung tua. Di mana mereka berharap ada kepastian titik kampung tua yang sudah diplenokan,” kata Nuryanto.

Ia berharap masyarakat yang tinggal dapat maupun kepastian pihak ketiga yang telah mendapatkan PL di lokasi dapat ditindaklanjuti.

ADVERTISEMENT

“Kalau ini tidak segera ditindaklanjuti, diberikan kepastian, tidak diukur, ditandatangani, itu akhirnya penyelesaiannya menjadi nanggung. Takutnya ini seperti menunda masalah,” kata pria yang akrab disapa Cak Nur itu.

Ia menekankan untuk segera menyelesaikan titik-titik kampung tua secara umum, secara khusus yang ada di Batu Besar.

“Langkahnya apa? Yang pertama, titiknya ditentukan, luasannya ditentukan dan segera diukur. Kemudian ada pun masalah, ada PL-PL pihak ketiga, itu segera dari pihak BP Batam untuk mengundang pihak-pihak ketiga untuk dicarikan solusi,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Dengan penyelesaian tersebut, Cak Nur meminta penyelesaian kampung tua itu dilakukan dengan teliti dan tidak menjadi masalah baru merugikan para pihak.

“Kampung tua diselesaikan tanpa meninggalkan masalah baru, itu spiritnya. Dan kami berharap supaya menjadi konsen dari pihak pemerintah kota Batam dan pihak BP Batam dan tim yang sudah terbentuk,” tutupnya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Syiar MTQH ke-X Tahun 2024 Kota Batam, PWI Kepri Goes ke Karimun

18 Mei 2024 - 15:41 WIB

IMG 20240518 WA0016 11zon

Target Penerimaan Pajak Sepeda Motor di Tanjungpinang Rp 52,5 Miliar

18 Mei 2024 - 12:27 WIB

IMG 20231009 WA0010 11zon

Lapas Tanjungpinang Kelebihan Kapasitas

18 Mei 2024 - 11:35 WIB

Ilustrasi tahanan.

Bupati Karimun Salurkan 170 Paket Sembako ke Korban Puting Beliung

16 Mei 2024 - 18:36 WIB

IMG 20240516 WA0052 11zon

BPBD: Warga Terdampak Puting Beliung di Karimun Total 170 KK, 658 Jiwa

16 Mei 2024 - 18:14 WIB

IMG 20240516 WA0050 11zon

Bupati Rafiq Gerakan Ormas Galang Dana untuk Korban Bencana Puting Beliung

16 Mei 2024 - 13:30 WIB

Point Blur May162024 132659 11zon
Trending di Warta