Menu

Mode Gelap

Warta · 14 Feb 2022 14:50 WIB ·

Warga Kritisi Hutan Mangrove di Batam yang Kian Tergerus


 Parlaungan Siregar akrab disapa Presiden Nato. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Parlaungan Siregar akrab disapa Presiden Nato. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Luas hutan mangrove di Kota Batam kian hari semakin menipis dan tergerus oleh berbagai pembangunan dan faktor alam. Kondisi ini pun mendapat perhatian oleh warga.

Seperti datang dari Parlaungan Siregar atau yang akrab disapa Presiden Nato. Ia mengaku miris hutan bakau ditimbun oleh oknum-oknum tertentu.

“Saya sedih saja masih ada hutan bakau ditimbun dimana peran pemerintah dan katanya mau rehabilitasi,” kata pria yang merupakan warga Sagulung, Batam, Sabtu (12/2).

Dia mengatakan penyebab susutnya hutan bakau bukan faktor alam saja, justru diperparah dengan adanya aktivitas penimbunan untuk pembukaan lahan yang dapat merusak ekosistem.

ADVERTISEMENT
advertisement

Menurutnya penimbunan hutan bakau di Kota Batam bukanlah suatu masalah yang baru terjadi. Pasalnya sejak Batam berkembang lahan-lahan pun mulai beralih fungsi, tak terkecuali hutan bakau yang sejatinya disoroti dan diperhatikan hingga skala dunia.

“Jadi hingga sekarang masih ada oknum-oknum yang menimbun mangrove,” kata pria yang juga tokoh masyarakat Batam itu.

ADVERTISEMENT

Ia pun mengatakan, hampir saban hari ia melempar informasi ke media massa melalui radio supaya pemerintah dan DPRD melakukan pengawasan. Namun hingga sekarang pengawasan belum berjalan maksimal.

Sementara, kata dia, beberapa waktu Presiden Joko Widodo turun ke Batam untuk penanaman mangrove karena Indonesia termasuk paru-paru dunia. Dengan adanya itu, seharusnya penanaman mangrove ini yang harus dijaga bersama-sama dan tak boleh dirusak. Namun, kondisi di lapangan justru bertolak belakang karena masih ada oknum-oknum menimbun mangrove terjadi di Batam.

Baca: Titik Hutan Bakau di Batam Kembali Ditimbun untuk Pembukaan Lahan

ADVERTISEMENT

“Kita minta BP Batam sebagai pengelola lahan di Batam. Apakah pengusaha yang mendapat pengalokasian lahan tersebut sudah menyanggupi penggantian lahan yang akan ditanami kembali mangrove,” kata dia.

Dia mencontohkan wilayah Sagulung enam kelurahan satu Kelurahan Sagulung Kota yang tidak memiliki lokasi hutan mangrove yang lain sudah habis ditimbun.

“Jadi di Kelurahan Tembesi sudah puluhan hektare lahan mangrove yang berubah fungsi. Begitu juga dengan Sungai Langkai, dan kelurahan lainnya,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Dia meminta pemerintah pusat yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), untuk mengecek kondisi hutan mangrove di Provinsi Kepri, khususnya di Batam.

Terpisah, Direktur Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait belum memberikan komentar terlalu banyak terkait hutan bakau ditimbun diduga untuk dijadikan lahan proyek.

“Nanti kita check ke lapangan, diinfokan lagi,” jawab juru bicara BP Batam itu secara singkat.

ADVERTISEMENT

Sebagai mana diketahui hampir seluruh wilayah Batam hutan bakau menyusut karena dampak pembangunan yang pesat menyampingkan ekosistem.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 91 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Pria Pemecah Batu Tewas Terjatuh dari Ketinggian 10 Meter di Bukit Panglong, Bintan

16 Mei 2022 - 20:45 WIB

Presiden Jokowi Diagendakan Datang ke Tanjungpinang-Bintan Rabu Besok

16 Mei 2022 - 20:13 WIB

Pemprov Kepri Antisipasi Masuknya Hepatitis Akut

16 Mei 2022 - 19:43 WIB

Korban Kebakaran di Kavling Lama Batam: Tidak Ada yang Tersisa

16 Mei 2022 - 19:37 WIB

Ini Jumlah Korban Kebakaran di Simpang Opung Kavling Lama

16 Mei 2022 - 19:28 WIB

108 Narapidana Beragama Budha di Kepri Dapat Remisi Waisak

16 Mei 2022 - 19:11 WIB

Trending di Warta
advertisement