Menu

Mode Gelap

Viral · 19 Jun 2022 14:49 WIB ·

Warga Sei Lekop Temukan Bayi Dalam Kotak Kardus, Diduga Sengaja Ditelantarkan


 Bayi ditemukan di dekat panti asuhan di Sei Lekop Bintan. Foto: Istimewa Perbesar

Bayi ditemukan di dekat panti asuhan di Sei Lekop Bintan. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Warga Kelurahan Seilekop, Bintan, dihebohkan dengan penemuan bayi dalam kardus bekas di Samping Panti Sauhan Bina Insani Kampung Sidomulyo, Sabtu (18/6) sore.

Bayi yang diduga sengaja ditinggalkan tersebut diperkirakan baru lahir. Sebab, kulit sang bayi masih berwarna merah.

Lurah Seilekop, Riswan Efendi Nasution, membenarkan adanya penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki dalam kardus. Informasi yang didapatinya kejadian penemuan itu sekitar pukul 15.30 WIB.

“Tadi kata orang panti, jumpa bayi dalam kotak itu pada mau Solat Ashar,” ujar Riswan.

ADVERTISEMENT
advertisement

Dalam kardus tersebut, juga turut ditinggalkan sebotol susu.

“Sudah dilaporkan ke pihak polisi. Rencananya bayi itu akan dibawa ke puskesmas seilekop dulu mau dicek dulu kesehatannya,” katanya.

ADVERTISEMENT

Bidan Puskesmas Seilekop, Anita, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap bayi laki-laki tersebut. Baik kondisi kesehatan, berat badan dan panjangnya.

“Bayi itu memiliki bobot 24,7 Kg dan panjangnya 46 Cm. Kondisinya sehat,” ujar Anita didampingi Bidan Devi.

Menurut Anita, tidak ditemukan adanya luka atau tanda-tanda kekerasan. Namun ada yang aneh dengan bentuk tali pusar bayi tersebut.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, sesuai standar medis, sisa pusar yang telah dipotong sepanjang 2-3 cm. Namun pusar yang dimiliki bayi ini panjangnya tidak sampai 1 cm. 

Kemudian pusarnya masih ada bercak darah dan rambutnya juga masih basah dengan air ketuban.

“Melihat dari bentuk pusarnya kita bisa asumsikan bahwa bayi ini bukan dilahirkan di tempat fasilitas kesehatan melainkan prosesnya kelahirannya ditangani sendiri. Lalu usia kelahirannya baru hari ini sekitar 6-7 jam lalu,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Kini bayi tersebut ditangani pihak medis. Sebab harus dijaga dan ditangani ekstra apalagi proses persalinannya tidak sesuai dengan standar medis.

Kemudian tali pusar yang pendek juga bisa berdampak pada kondisi kesehatannya sewaktu-waktu. Bayi rentan infeksi dan demam. Maka dengan berada di puskesmas, bayi akan selalu mendapat penanganan.

“Paling tidak kita tunggu sampai tali pusarnya mengering. Itu bisa menelan waktu 4-7 hari bahkan lebih. Jadi selama proses itu, dikawatirkan kesehatan bayi bisa berubah sehingga harus di rawat di puskesmas,” katanya.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 15 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Viral Fasilitas Wisata Mangrove di Tanjungpinang Dirusak Sekelompok ABG

1 Juli 2022 - 17:10 WIB

Seorang Nelayan di Karimun Tewas Disambar Petir saat Melaut

28 Juni 2022 - 17:48 WIB

Janin Bayi Ditemukan di TPS Bandara  Hang Nadim

14 Juni 2022 - 11:21 WIB

Aksi Pencuri di Tanjungpinang Ini Terekam CCTV, Ambil 2 Burung Cantik

8 Juni 2022 - 20:31 WIB

Proyektil Aktif Ditemukan di PT ASL, Brimob Polda Kepri Diturunkan

8 Juni 2022 - 20:21 WIB

Mayat Bayi Dibuang Gegerkan Warga Batam, Ada Surat Minta Dimakamkan

3 Juni 2022 - 22:46 WIB

Trending di Viral
advertisement