BATAM – Sebatang pohon ditanam Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi Indah, Selasa (7/7/2026) pagi. Gerakan itu bukan sekadar seremonial. Itulah tanda resmi dimulainya penataan kawasan tersebut menjadi taman kota sekaligus ruang terbuka hijau publik.
Usai membenamkan akar pohon ke tanah, Li Claudia langsung berjalan menyusuri kawasan. Ia memantau langsung proses penataan yang sudah mulai berjalan. Pemerintah Kota Batam, katanya, tak main-main dengan proyek ini. Kawasan DAS Baloi Indah direncanakan berwajah baru: hijau, rapi, dan terang.
Lampu taman akan dipasang di sepanjang area. Masyarakat bisa memanfaatkannya mulai sore hingga malam hari.
Menurut Li Claudia, ada dua tujuan besar di balik proyek ini. Pertama, menekan risiko banjir. Kedua, memberi warga tempat beraktivitas yang layak. Bukan sekadar taman, tapi ruang hidup yang menunjang kualitas kesehatan dan kebersamaan.
Baca Juga
“Ke depan, kawasan ini bukan hanya berfungsi untuk mengurangi potensi banjir, tetapi juga menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat. Warga Baloi nantinya bisa menikmati suasana sore bersama keluarga di taman yang hijau, bersih, dan tertata,” ujarnya.
Penataan dilakukan secara terintegrasi. Pohon-pohon rindang disiapkan. Pencahayaan memadai. Semua dirancang agar kawasan DAS Baloi Indah menjelma menjadi wajah baru Kota Batam. Tempat yang aman. Nyaman. Dan jadi pilihan warga untuk sekadar duduk santai atau berolahraga ringan.
Pemerintah kota berharap, proyek ini rampung sesuai target. Sehingga masyarakat segera bisa menikmati ruang publik yang selama ini mereka rindukan.
