Dabo – Gelaran Piala Dunia 2026 kembali menyajikan laga-laga dramatis yang menegangkan. Pada Rabu malam, dua pertandingan besar berlangsung dengan hasil yang tak kalah seru, memicu euforia bagi para pecinta sepak bola di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Pertandingan pertama mempertemukan raksasa Amerika Selatan, Argentina, dengan wakil Afrika, Mesir. Laga yang digelar di stadion megah tersebut berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Argentina yang diperkuat oleh bintang-bintang muda dan seniornya tampil menekan, namun Mesir memberikan kejutan dengan permainan cepat dan disiplin.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan sementara Argentina melalui gol spektakuler dari Julian Alvarez pada menit ke-23. Namun, Mesir tak tinggal diam. Striker andalan mereka, Mostafa Mohamed, berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-38 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, permainan semakin terbuka. Argentina kembali unggul melalui aksi individu Lionel Messi yang mencetak gol brilian pada menit ke-58. Mesir kembali merespons dengan gol kedua mereka melalui sundulan Omar Marmoush pada menit ke-72, membuat skor imbang 2-2.
Baca Juga
Pertandingan memanas di 15 menit akhir. Pada menit ke-84, pemain pengganti Argentina, Lautaro Martinez, mencetak gol penentu kemenangan setelah memanfaatkan umpan silang dari sayap kanan. Skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan Argentina melaju ke babak selanjutnya dengan kemenangan dramatis.
Sementara itu, pertandingan antara Swiss dan Kolombia yang berlangsung di tempat berbeda berjalan jauh lebih ketat. Kedua tim bermain sangat hati-hati dan bertahan dengan rapat, sehingga hingga 90 menit waktu normal, skor masih 0-0. Babak perpanjangan waktu 2×15 menit juga tak mampu memecahkan kebuntuan.
Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam drama tendangan 12 pas, kiper Swiss Yann Sommer tampil gemilang dengan menepis dua tendangan pemain Kolombia. Swiss sendiri berhasil mengonversi 4 dari 5 tendangan mereka, sementara Kolombia hanya mencetak 3 gol. Skor akhir adu penalti 4-3 untuk kemenangan Swiss, yang membuat pendukung mereka bersorak histeris.
Di tengah hiruk-pikuk pertandingan, suasana serupa juga terasa di Pasar Dabo, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Babinsa Koramil 04/Dabo, Kodim 0315/TPI, Serma Sahala Hutauruk, menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) bersama warga masyarakat sekitar di salah satu warung kopi setempat.
Dengan layar proyektor sederhana, puluhan warga dari berbagai usia tampak antusias menyaksikan jalannya pertandingan sambil menikmati kopi dan camilan khas warung. Kegiatan nobar ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghidupkan suasana malam hari di kawasan pasar.
Komandan Koramil 04/Dabo, Kapten Arm Ismarli Koto, menyampaikan bahwa kegiatan nonton bareng ini sengaja digelar untuk mempererat hubungan antara TNI dan rakyat, sekaligus mendorong roda ekonomi lokal.
“Kami melihat kegiatan nobar ini memberikan dampak positif yang nyata. Warung kopi dan pedagang makanan kecil di sekitar ramai pengunjung, sehingga pendapatan warga meningkat. Ini bentuk dukungan kami terhadap pertumbuhan UMKM di sini,” ujar Kapten Arm Ismarli Koto.
Ia juga menambahkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi, dan kegiatan serupa akan terus diadakan pada pertandingan-pertandingan besar berikutnya. “Sepak bola menyatukan kita semua, dan ini juga menjadi momen untuk mendekatkan aparat kewilayahan dengan masyarakat,” tutupnya.
Dengan berakhirnya laga seru malam itu, para penonton pulang dengan senyum dan cerita tentang gol-gol indah serta drama adu penalti yang akan dikenang. Piala Dunia 2026 terus berlanjut, dan semangat kebersamaan pun kian terasa, tak hanya di stadion, tetapi juga di sudut-sudut kampung seperti Dabo.
