Pemadaman Bergilir 3 Hari, Bupati Karimun Minta Warga Bersabar

Karimun – Krisis daya listrik kembali melanda Kabupaten Karimun. Warga diimbau untuk mengelus dada dan bersabar selama tiga hari ke depan seiring diberlakukannya pemadaman listrik bergilir. Langkah darurat ini harus diambil akibat kerusakan mendadak pada mesin pembangkit PLTU Karimun.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengonfirmasi bahwa defisit daya yang memicu pemadaman ini terjadi akibat gangguan teknis pada mesin pembangkit. Mesin tersebut kini sedang menjalani perbaikan intensif agar pasokan listrik dapat kembali pulih.

ADVERTISEMENT

“Informasi yang sampai ke kami ada gangguan di mesin pembangkit PLTU sehingga perlu dilakukan perbaikan dan berakibat pemadaman listrik bergilir. Kami mohon masyarakat untuk bersabar,” ujar Iskandarsyah, Senin, 20 Juli 2026.

Menanggapi keluhan masyarakat terutama para pelaku UMKM yang terdampak langsung secara ekonomi Pemerintah Kabupaten Karimun bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak PLN. Iskandarsyah menjamin kondisi defisit daya ini tidak akan berlarut-larut.

Sebagai langkah penanganan cepat, tambahan mesin PLTD berkapasitas 6 MW dijadwalkan mulai dipasang pada akhir Juli 2026. Tak hanya itu, penguatan keandalan listrik jangka panjang juga telah disiapkan lewat pemasangan PLTS berkapasitas 2,6 MW pada September 2026 mendatang.

Di tempat terpisah, Manager UP PLTU Karimun, Riki Adityawarman, menjelaskan akar permasalahan dari tumbangnya sistem pembangkit tersebut. Kerusakan parah pada PLTU Unit 2 sejatinya dipicu oleh beban kerja yang dipaksakan demi menjaga pasokan listrik warga.

PLTU Unit 2 sebenarnya sudah memasuki jadwal pemeliharaan rutin. Jadwal servis terpaksa ditunda agar pemadaman tidak terjadi lebih awal, yang justru berujung pada kerusakan mesin. Pihak manajemen menargetkan proses pemulihan mesin rampung dalam kurun waktu 3 hari.

“Akan kami usahakan semaksimal mungkin agar dalam tiga hari ke depan mesin PLTU Unit 2 selesai diperbaiki dan bisa kembali masuk ke sistem kelistrikan,” tegas Riki.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article
advertisement