Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 5 Jan 2022 17:45 WIB ·

Awal Tahun Harga Gas LPG Naik, Ini Penyebabnya


 Ilustrasi LPG. Foto: AntaraFoto via EKON Perbesar

Ilustrasi LPG. Foto: AntaraFoto via EKON

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri, Aries Fhariandi, mengungkapan kenaikan harga gas LPG merupakan imbas dari meningkatnya harga Contract Price Aramco (CPA) yang menjadi acuan harga LPG.

Sehingga, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Sub Holding selaku badan niaga LPG resmi merasa perlu melakukan penyesuaian harga khusus untuk LPG non subsidi.

Dijelasknnya, kenaikan harga CPA LPG mengalami peningkatan tertinggi di bulan November yang mencapai USD 847 per metrik ton. Harga tersebut meningkat 57 persen sejak bulan Januari tahun 2021.

Harga CPA LPG bulan November tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2014, harga CPA LPG tersebut juga tercatat 74 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 saat Pertamina terakhir kali melakukan penyesuain harga.

ADVERTISEMENT

“Penyesuaian harga tersebut dilakukan Pertamina dengan tetap memperhitungkan kondisi ekonomi masyarakat. Harga baru LPG non subsidi tersebut ditetapkan Pertamina berlaku sejak 25 Desember tahun 2021,” terang Aries.

Atas kenaikan harga gas LPG non subsidi, Aries mebghimbau, agar masyarakat Kepri tidak terlaku khawatir, karena kenaikan harga LPG tersebut hanya berlaku untuk LPG non subsidi.

Sedangkan, khusus untuk gas LPG 3 kg yang bersubsidi, harganya akan tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp18.000 per tabung.

“Kita sudah survey ke lapangan, dan harga LPG yang naik hanya yang non subsidi. Sementara, harga gas LPG subsidi tidak mebgalami perubahan,” terang Aries.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, melansir data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri, kenaikan harga gas LPG non subsidi berdasarkan surat edaran Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Kepri untuk harga bright gas 5,5 kg adalah sebesar Rp11.500 dan Bright Gas LPG 12 kg naik Rp28.000 untuk wilayah kerja Tanjung Uban.

Sementara untuk wilayah kerja Batam, harga jual Bright Gas LPG 5,5 kg juga naik Rp11.500, dan harga jual Bright Gas LPG 12 kg naik Rp21.400. Harga tersebut sudah termasuk PPN.

Diketahui juga kenaikan LPG non subsidi ini hanya akan dirasakan oleh segelintir masyarakat, sebab proporsi konsumsi nasional untuk gas LPG non subsidi hanya sebesar 7,5 persen, sedangkan gas LPG subsidi 3 kg proporsi konsumsi nasionalnya mencapai 92,5 persen.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 18 kali

Penulis: | Editor: Hasrullah


advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Harga Minyak Goreng di Karimun Mulai Disesuaikan ke Satu Harga

20 Januari 2022 - 15:15 WIB

Pertamina Buka Outlet ke-4 Pertashop di Batam, Ini Lokasinya

20 Januari 2022 - 14:14 WIB

Pernak-pernik Imlek Mulai Diburu, Pedagang di Karimun Raup Untung hingga Rp 600 Ribu per Hari

19 Januari 2022 - 14:26 WIB

Mendagri Ajak Warga Vaksin, Sebut Ekonomi Bangkit Jika Pandemi Terkendali

14 Januari 2022 - 17:43 WIB

BUMN Berencana Pasok 3,7 Juta Liter Minyak Goreng untuk Operasi Pasar

10 Januari 2022 - 12:59 WIB

Dorong Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi, Pemprov Kepri Gelar Rakor

8 Januari 2022 - 20:33 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis