AWe Tidak Ambisi di HKTI Meski Siapkan Banyak Potensi di Bidang Pertanian

“Saya sudah bertemu Ketua Umum HKTI langsung dan memberikan beberapa opsi untuk pemimpin HKTI Kepri kedepan.”

Kalimat awal yang mengawali pembukaan Pra Musyawarah Provinsi (Musprov) ke III atau rapat persiapan menuju musyawarah HKTI tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang direncanakan, dalam waktu dekat ini.

ADVERTISEMENT

Alias Wello yang kini menyibukkan dirinya dengan kegiatan-kegiatan usaha pertanian tersebut mengaku, saat bertemu dengan Ketua Umum HKTI Moeldoko dirinya sudah menyampaikan beberapa opsi untuk kepemimpinan HKTI kedepan.

Bahkan dirinya sempat menyodorkan beberapa kader internal HKTI untuk menduduki jabatan di HKTI Provinsi Kepulauan Riau, mulai dari Sekretaris DPD HKTI Kepri saat ini, hingga Bendahara HKTI yang juga Ketua Perempuan Tani HKTI Kepri.

“Bahkan waktu itu juga sempat disinggung Bupati Lingga saat ini, yang dulunya wakil saya di Kabupaten Lingga, dan saya sudah minta kesediaan yang bersangkutan,” ujarnya.

Selain Muhammad Nizar, nama beberapa kepala daerah lainnya juga sempat diajukan, salah satunya adalah Bupati Kabupaten Karimun Aunur Rafiq, bahkan ada juga nama Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

“Jadi semua nama yang disebutkan, sudah kita sampaikan kepada ketua umum, terakhir ada juga nama yang belum saya kenal,” ujarnya.

Meski tidak lagi berambisi untuk menjadi Ketua DPD HKTI Kepri, namun Alias Wello mengaku dirinya tidak akan meninggalkan HKTI, karena bidang pertanian, perikanan dan peternakan merupakan salah satu bidang usaha yang paling diminatinya.

“Saya sudah mendirikan Politeknik, bahkan saat ini, di bidang perkebunan kita juga sudah punya banyak potensi yang akan kita kembangkan, baik itu menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, maupun melalui usaha mandiri,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain menyiapkan SDM yang mumpuni dibidang pertanian, peternakan dan perikanan, Alias Wello mengaku dirinya juga menyiapkan beberapa usaha dibidang pertanian, salah satunya sedang menyiapkan perusahaan pengolahan kompos yang disiapkan,untuk menjadi perusahaan pengolahan kompos terbesar keempat di Indonesia.

“Tentu polanya akan menggunakan teknologi terbarukan, yang menyesuaikan dengan kondisi terkini, agar memperoleh hasil yang maksimal nantinya,” ujarnya.

Membangun suatu daerah yang dikenal dengan bidang usaha maritimnya, menjadi daerah dengan penghasil bidang pertanian tentunya tidak mudah. Namun sebuah pondasi yang kokoh, mulai dari lahan, bahan, hingga SDM yang mumpuni jika disiapkan dengan matang, maka bukan tidak mungkin apa yang diimpikan olehnya akan dapat terwujud.

ADVERTISEMENT

“Mimpi kita masih di Kabupaten Lingga, membangun sektor pertanian, yang akan Go Iternasional, dan terbukti Politeknik kita, satu-satunya di Sumatera yang menjalankan tiga Prodi sekaligus, yaitu pertanian, perikanan dan peternakan,” ujarnya.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article