Menu

Mode Gelap

Sosial Budaya · 31 Mei 2022 20:37 WIB

Balai Pelestarian Sumbar Ekskavasi Situs Tapak Istana Kedaton di Penyengat


					Proses eskavasi Tapak Istana Kedaton. Foto: Istimewa Perbesar

Proses eskavasi Tapak Istana Kedaton. Foto: Istimewa

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat melakukan ekskavasi atau penggalian guna mengungkap dan memperjelas Situs Tapak Istana Kedaton di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

Tapak Istana Kedaton merupakan istana Yang Dipertuan Muda Riau X, Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi periode 1858 hingga 1899. 

ADVERTISEMENT

Kepala BPCB Sumatera Barat, Teguh Hidayat, mengungkapkan meski kondisinya sudah cukup memprihatinkan karena mengalami keruntuhan dan bangunan yang sudah terpendam tanah. Namun, situs Istana Kedaton memiliki potensi yang bagus sebagai media pembelajaran, kajian Akademik yang berkaitan dengan struktur dan arsitektural bangunan masa lalu.

Maka, ekskavasi ini dilakukan bertujuan untuk mengungkap potensi cagar budaya tersebut agar bangunan fisik situs bisa terekonstruksi lebih jelas. Sehingga, situs Tapak Istana Kedaton Penyengat dapat kembali lebih hidup.

“Tidak menutup kemungkinan, Istana Kedaton bisa menjadi daya tarik utama selain Masjid Sultan,” ungkapnya, Selasa (31/5).

Teguh menjelaskan, selain Istana Kedaton dan situs yang terkenal saat ini di Pulau Penyengat, masih banyak situs-situs yang serupa dan belum terungkap. Seperti, Istana Bahjah, Istana Laut dan beberapa runtuhan bangunan lainnya.

Jika semua situs cagar budaya ini diungkap, maka secara langsung akan memperkaya obyek bersejarah di Pulau Penyengat.

“Jika kita saling berkomitmen, baik masyarakat maupun pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi yang masih tidur ini,” sebut Teguh.

Ia menambahkan, Pulau Penyengat banyak memiliki cagar budaya yang masih harus dipelihara, karena menjadi bukti kebesaran masa lalu dan bermanfaat untuk masa kini dan masa mendatang.

ADVERTISEMENT

Maka dari itu, pelaksanaan ekskavasi Istana Kedaton ini juga merupakan awal dari upaya pelindungan secara komprehensif. Dan, diharapkan dapat terus berlanjut secara periodik, bersamaan dengan pemanfaatan untuk kajian akademik dan proses merdeka belajar.

“Kita melakukan ekskavasi ini turut melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja, dan rencana akan di lakukan selama 2 minggu,” demikian Teguh.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Sekda Karimun Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Masalah di Lingkungan Sosial

22 Maret 2024 - 10:45 WIB

IMG 20240322 WA0002

Pemda Bintan Mulai Salurkan BLT Lansia ke 5.068 Lansia se-Kabupaten Bintan

19 Maret 2024 - 15:09 WIB

Penyerahan sertifikat tanah gratis ke warga busung

Festival Lampu Colok di Karimun Kembali Digelar Ramadhan Tahun Ini, Total Hadiah Ratusan Juta

15 Maret 2024 - 13:28 WIB

Lampu Colok di Karimun

Semarak Idul Fitri di Penyengat Tetap Dilaksanakan Tahun Ini

14 Maret 2024 - 11:33 WIB

IMG 20240314 WA0003

Bupati Rafiq Safari Ramadhan 1445 H Perdana di Masjid Agung Karimun

11 Maret 2024 - 21:39 WIB

IMG 20240311 WA0040 11zon

Pemda Karimun Gelar Kenduri Sambut Ramadhan 1445 Hijriyah

9 Maret 2024 - 12:49 WIB

IMG 20240309 110901 11zon
Trending di Sosial Budaya