Bupati Bintan Buka OKE GAS 2026 di Desa Mapur, Kasus Stunting Turun Signifikan

Bintan — Bupati Bintan, Roby Kurniawan, resmi membuka Kegiatan Orientasi Keluarga Gerakan Atasi Stunting (OKE GAS) Tahun 2026 di Desa Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir. Pemilihan Desa Mapur sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.

Pemerintah Kabupaten Bintan ingin menegaskan bahwa pembangunan keluarga dan perhatian terhadap kesehatan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar.

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Roby menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, khususnya Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan acara tersebut.

“Setiap keluarga di Kabupaten Bintan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan, pendampingan, dan kesempatan hidup yang lebih baik. Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan menyangkut kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan generasi penerus bangsa,” tegas Roby.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada para kader, Tim Pendamping Keluarga (TPK), tenaga kesehatan, TP-PKK, serta pemerintah kecamatan dan desa. Ia menyadari bahwa kondisi geografis Kecamatan Bintan Pesisir yang berbasis kepulauan memberikan tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan.

Upaya penanganan stunting di Kabupaten Bintan sendiri menunjukkan hasil positif. Jumlah kasus stunting menurun signifikan dari 569 kasus pada tahun 2021 menjadi 383 kasus pada tahun 2022. Atas keberhasilan tersebut, Pemkab Bintan berhasil menerima Dana Insentif Fiskal sebesar Rp5,9 miliar pada tahun 2025 lalu.

Kegiatan OKE GAS 2026 mencakup pemberian bantuan hingga serangkaian intervensi lintas sektor dan pelayanan keluarga secara menyeluruh. Mulai dari program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), pelayanan kesehatan dan KB, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga edukasi remaja.

Di akhir sambutannya, Bupati Bintan berpesan kepada keluarga penerima bantuan agar memanfaatkan dan menjaga keberlanjutan bantuan yang telah diberikan. Ia juga mengimbau para ibu hamil dan keluarga balita untuk rutin memanfaatkan pelayanan posyandu serta aktif menerima pendampingan dari TPK.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial belaka, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Sinergi berkelanjutan ini adalah langkah nyata kita bersama menuju Bintan Juara, Bintan yang semakin maju melalui masyarakat yang sehat, sejahtera, mandiri, dan berkualitas,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article