BINTAN – Suasana ruang paripurna DPRD Kabupaten Bintan terasa khidmat pada Kamis (16/7) pagi. Di hadapan seluruh anggota dewan, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, secara resmi menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Tahun Anggaran 2027.
Dalam sambutannya, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan itu tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih. Ia mengapresiasi jalinan kerja sama yang selama ini terjalin erat antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, kolaborasi inilah yang menjadi kunci utama untuk memastikan roda pembangunan di Bintan terus berjalan dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Bupati Roby menjelaskan bahwa seluruh angka dan program yang tertuang dalam rancangan tersebut tidak dibuat sembarangan. Semua telah disesuaikan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang juga selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan target fiskal nasional.
Untuk tahun 2027, Kabupaten Bintan mengusung tema besar: “Meningkatkan Akselerasi Kesejahteraan Berbasis Produktivitas Ekonomi Unggulan, SDM Berkualitas, Lingkungan Lestari, dan Tata Kelola Inovatif.”
Baca Juga
Ada empat pilar utama yang menjadi fokus pembangunan ke depan. Pertama, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kedua, mendongkrak produktivitas ekonomi daerah. Ketiga, menjaga kelestarian lingkungan.
Keempat, menciptakan tata kelola pemerintahan yang inovatif. Keempat poin ini, tegas Bupati, diarahkan untuk memperbaiki layanan publik, membuka pintu investasi, membangun infrastruktur, serta memperkuat daya saing daerah.
“Rancangan ini kita susun agar pelaksanaan APBD nantinya berjalan efektif dan efisien. Semua kebijakan harus memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan warga Bintan,” ujar Roby di hadapan para wakil rakyat.
Lebih lanjut, Bupati merinci bahwa pos belanja daerah akan difokuskan pada hal-hal mendasar. Mulai dari pemenuhan belanja wajib, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga perlindungan sosial. Anggaran juga akan digelontorkan untuk pemberdayaan perempuan dan anak, pengembangan sektor pariwisata, perikanan, pertanian, UMKM, hingga ekonomi kreatif. Tak ketinggalan, penguatan infrastruktur ekonomi dan perbaikan kualitas lingkungan hidup juga menjadi prioritas.
Untuk memastikan program berjalan seimbang, Bupati Roby juga memaparkan gambaran posisi keuangan daerah tahun 2027. Pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp992,8 miliar. Angka itu berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp368,4 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp624,3 miliar.
Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp1,017 triliun, yang akan ditutupi dengan penerimaan pembiayaan sekitar Rp24,8 miliar.
Di akhir pemaparannya, Bupati berharap seluruh dokumen anggaran ini dapat dibahas bersama DPRD secara konstruktif. Ia berharap sinergi yang kuat mampu melahirkan APBD yang sehat dan tepat sasaran, sehingga percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat benar-benar terwujud.
Menyambut paparan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bintan, Fiven Sumanti, memberikan tanggapan positif. Ia memastikan bahwa pihak legislatif siap mengkaji rancangan tersebut dengan kepala dingin.
“Kami berkomitmen membahas ini secara objektif dan cermat. Yang terpenting, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kami ingin APBD yang nanti disepakati benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan,” tegas Fiven.
