Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mencatat sebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga periode Agustus 2022 mencapai 628 kasus.
Angka ini merupakan tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Pada tahun ini, Kecamatan Meral paling mendominasi sebaran kasus DBD di Kabupaten Karimun.
Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, mengungkapkan dari total 628 kasus, 3 kasus tiga di antaranya berujung pada kematian.
“Kasus DBD tahun 2022 ini dalam periode Januari- Agustus 2022 tercatat sebanyak 628 kasus dengan angka kematian sebanyak 3 orang,” ujar Rachmadi, Selasa (16/8).
Adapun sebaran kasus DBD di Kabupaten Karimun untuk masing-masing Kecamatan meliputi Kecamatan Meral 182 kasus, Kecamatan Karimun, 163 kasus, dan Kecamatan Tebing 150 kasus
“Tertinggi itu ada di Kecamatan Meral dengan total 182 kasus,” ungkapnya.
Dijelaskan Rachmadi, pada tahun 2019 kasus DBD di Karimun ditemukan sebanyak 232 kasus, 2020 sebanyak 442 kasus, 2021 sebanyak 531 kasus dan 2022 ini per Agustus ditemukan sebanyak 628 kasus.
“Kalau tahun lalu (2021) itu 531 kasus,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya terus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mencegah merebaknya DBD di Karimun. Upaya itu juga dioptimalkan dengan program Gerakan Masyarakat (Germas).
“Apalagi lagi belakang musim penghujan, maka masyarakat kita minta melaksanakan program 3M. Kemudian bubuk abate juga bisa diperoleh di masing-masing Puskesmas, masyarakat tidak perlu bayar,” tutupnya.