Bintan – Langit senja di Kota Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu, 1 November 2025 malam, tidak hanya dihiasi bintang. Ribuan pasang mata masyarakat dan sorak-sorai riang memadati jalanan, menyaksikan sebuah gelaran perdana yang menyuntikkan energi baru: Dekranasda Night Run Bintan 5K 2025.
Sejak diumumkan, event yang mengusung konsep sporty dan touristy ini langsung menjadi magnet bagi para pecinta lari dari berbagai lapisan usia. Antusiasme itu bukan tanpa alasan. Sebelum para pelari memacu adrenalin, suasana festival sudah terlebih dahulu tercipta.
Stan-stan bazar yang menampilkan produk unggulan UMKM Bintan ramai dikunjungi, diiringi alunan musik akustik yang menciptakan atmosfer santap.
Tak jauh dari sana, para pengunjung juga bisa menyaksikan langsung keindahan seni lokal melalui kreasi membatik dan melukis, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar ajang lari, melainkan sebuah perayaan akan kreativitas Bintan.
Baca Juga
Pukul tujuh malam, sebanyak 350 pelari telah siap di garis start. Dengan diiringi semangat dari ribuan penonton yang berjejer di sepanjang rute, mereka pun melesat.
Jarak 5 kilometer yang ditempuh menjadi lebih dari sekadar angka; ia adalah sebuah perjalanan menyusuri denyut nadi Kota Kijang di malam hari, di bawah sorotan lampu jalan dan gemuruh aplaus.
Sebelum memberi tanda start (flag off), Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menekankan filosofi dan tujuan utama event ini.
“Goal kita malam ini bukan sekadar lari, akan tiga momen krusial. Momen kebugaran, momen sport, dan momen support local,” serunya dihadapan para peserta yang bersemangat.
Ia didampingi oleh Ketua Dekranasda Bintan, Hafizha Rahmadhani, serta tamu istimewa Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky.
Roby juga berpesan, khususnya bagi generasi muda, “Salah satu pesannya, jangan takut untuk memulai, ikuti rutenya dan sampailah ke tujuan (finish) dengan gagah.” Pesan yang tak hanya relevan untuk sebuah lomba lari, tetapi juga untuk perjalanan hidup.
Pesan untuk support local langsung diwujudkan usai para pelari melewati garis finish. Bukannya langsung bergegas pulang, mereka memadati kembali stan-stan UMKM yang telah disiapkan, memenuhi ajakan Bupati Roby untuk berbelanja. Kelelahan setelah berlari seolah terbayar dengan semangat membeli produk lokal.
Suasana meriah berlanjut dengan penampilan tari kreasi dan band lokal yang menghibur, ditambah pembagian doorprize yang berhasil memancing sorak gembira para peserta, yang didominasi oleh pelari berpasangan, keluarga, dan komunitas.
Di balik kemeriahan itu, Ketua Dekranasda Bintan, Hafizha Rahmadhani, menjelaskan visi yang lebih besar. Baginya, Dekranasda Night Run adalah sebuah ikhtiar cerdas untuk menyatukan berbagai elemen dalam satu panggung.
“Yang kekinian, lari jadi salah satu olahraga yang sangat diminati sekarang. Nah, ini jadi pengumpulan massa yang efektif, untuk kita mempromosikan sekaligus memperkenalkan produk-produk Dekranasda dan UMKM Bintan,” tutupnya.
Malam itu, di Bintan, setiap langkah kaki para pelari bukan hanya tentang mencapai finish line. Ia adalah tentang sebuah langkah bersama—antara pemerintah, pelaku UMKM, seniman, dan masyarakat—menuju satu garis finish yang sama: kemajuan Bintan yang berdaya juang, kreatif, dan penuh semangat.
