Piala Dunia 2026: Nobar di Singkep Hujan Gol, Inggris vs Prancis Berakhir 6-4, Babinsa Koramil 04/Dabo, Kodim 0315/TPI Ikut Berbaur

Singkep – Euforia Piala Dunia 2026 terasa sangat membara di Bumi Segantang lada, khususnya di warung kopi di sepanjang Jalan Pelabuhan Dabosingkep, Kabupaten Lingga. Ratusan pasang mata tertuju pada layar televisi dalam acara nonton bareng (nobar) pertandingan perebutan tempat ketiga yang mempertemukan Inggris dan Prancis, Minggu, 19 Juli 2026 pagi.

Laga yang digelar tersebut berjalan sengit dan menghibur. Kedua tim saling jual beli serangan sejak menit awal. Sejak peluit dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, baru tiga menit laga berjalan, Declan Rice melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu dijangkau kiper Mike Maignan. Skor 1-0 untuk The Three Lions.

ADVERTISEMENT

Gol cepat itu membuat Inggris kian percaya diri. Sebaliknya, Prancis justru kesulitan keluar dari tekanan. Pada menit ke-18, Ezri Konsa, bek Aston Villa, memperbesar keunggulan. Memanfaatkan sepak pojok Rice, Konsa melompat tinggi dan menyundul bola masuk ke gawang Prancis. 2-0.

Di sela-sela teriakan yel-yel dan tepuk tangan, suasana kebersamaan justru tampak begitu kental. Babinsa Koramil 04/Dabo, Kodim 0315/TPI, Serda Darmadi, terlihat duduk di antara warga dengan mengenakan seragam lapangan TNI. Ia tampak asyik berdiskusi dan sesekali tertawa lepas bersama pemuda setempat, meskipun diketahui mereka berbeda dukungan tim.

“Nobar ini menjadi ajang yang pas untuk mempererat silaturahmi antara TNI dan rakyat. Kami di sini bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga untuk merasakan kegembiraan bersama. Perbedaan pilihan tim justru memperkuat kebersamaan. Yang terpenting adalah sportivitas, baik di lapangan hijau maupun di antara kita semua,” ujar Serda Darmadi di sela-sela menyaksikan babak kedua.

Komandan Koramil 04/Dabo, Kapten Arm Ismarli Koto, turut memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Menurutnya, sepak bola adalah cerminan kehidupan yang mengajarkan semang pantang menyerah dan kerja sama tim.

“Sepak bola mengajarkan kita bahwa kemenangan tidak datang begitu saja. Dibutuhkan disiplin, strategi, dan kekompakan. Nilai-nilai inilah yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di satuan militer maupun di tengah masyarakat,” ujar Kapten Arm Ismarli Koto melalui sambungan telepon.

Tak hanya menjadi ajang hiburan dan silaturahmi, nobar Piala Dunia 2026 di Singkep juga turut menggerakkan roda perekonomian lokal. Para pemilik warung kopi dan pedagang UMKM di sekitar Jalan Pelabuhan Dabosingkep kebanjiran pembeli. Mulai dari makanan ringan, minuman kopi, hingga jajanan khas Singkep laris manis diserbu pengunjung.

“Alhamdulillah, malam ini dagangan habis. Ini bukti bahwa kegiatan positif seperti nobar bisa berdampak besar bagi kami pelaku UMKM,” ujar salah satu pemilik warung kopi yang tersenyum sumringah.

ADVERTISEMENT

Malam itu, hiruk-pikuk sorak sorai masih terdengar hingga larut. Meskipun Spanyol harus mengakui keunggulan Inggris, suasana tetap hangat. Masyarakat Singkep telah membuktikan bahwa persaudaraan lebih berharga dari sekadar hasil akhir pertandingan.


Penulis: | Editor: Redaksi


TAGGED:
Share This Article
advertisement