Dubes Amerika Serikat Puji Program Desa Nelayan Merah Putih Presiden Prabowo di Natuna

Natuna — Di ujung utara Indonesia, Kabupaten Natuna, Kepualaun Riau, menjadi saksi perhatian dunia internasional. Amerika Serikat menilai program ekonomi Presiden Prabowo Subianto, khususnya Desa Nelayan Merah Putih, telah menyentuh langsung kehidupan masyarakat pesisir di wilayah perbatasan.

Kabupaten Natuna, wilayah perbatasan Indonesia di Provinsi Kepulauan Riau ini, menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini disampaikan Kuasa Usaha ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter M. Haymond, saat kunjungannya ke Natuna.

ADVERTISEMENT

Dalam kunjungan tersebut, Peter menyampaikan apresiasinya terhadap program ekonomi yang dibangun Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kebijakan pemerintah Indonesia saat ini menyentuh langsung masyarakat kecil, termasuk di wilayah perbatasan seperti Natuna.

“Saya belajar banyak tentang kondisi ekonomi di Kepulauan Natuna, terutama sektor perikanan dan program Desa Nelayan Merah Putih. Ini adalah program prioritas Presiden Prabowo dan Natuna menjadi salah satu lokasi awal pelaksanaannya,” ujar Peter, Sabtu, 7 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Desa Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Program ini dinilai strategis karena menyasar langsung nelayan dan menjaga ketahanan ekonomi di kawasan perbatasan.

Selain mempelajari program tersebut, Peter juga mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan pertemuan dan diskusi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta sejumlah instansi maritim lainnya. Diskusi itu membahas kerja sama perlindungan sumber daya alam laut sekaligus menjaga kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan.

“Kami bekerja sangat erat dengan KKP dan instansi maritim lainnya, membahas bagaimana melindungi sumber daya alam Indonesia dan juga kedaulatan di daerah perbatasan,” katanya.

Tidak hanya fokus pada ekonomi dan maritim, kunjungan tersebut juga menyentuh sektor pendidikan. Peter bersama rombongan mengunjungi SMA Negeri 2 Natuna dan bertemu langsung dengan para siswa.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan peluang pendidikan di luar negeri serta akses informasi melalui situs resmi Kedutaan Besar AS dan Konsulat AS di Medan.

ADVERTISEMENT

Sebagai bentuk persahabatan, Kedutaan Besar AS juga menyerahkan bantuan berupa laptop dan perangkat komunikasi, serta memberikan sertifikat kepada 20 guru bahasa Inggris yang telah menyelesaikan pelatihan peningkatan kapasitas.

“Mereka adalah guru-guru yang telah meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya agar bisa mengajar lebih baik,” ujarnya.

Pada malam harinya, Kedutaan Besar AS kembali menyerahkan bantuan persediaan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna. Bantuan ini disebut sebagai dukungan untuk menghadapi tantangan dan potensi bencana di masa depan.

ADVERTISEMENT

Peter juga menyoroti keindahan alam Natuna. Ia menyebut Natuna memiliki potensi besar, mulai dari wisata bahari, kekayaan laut, hingga kuliner khas seperti ikan asap sambal merah.

“Kami ingin lebih banyak orang tahu betapa indahnya Indonesia, bukan hanya Jakarta. Natuna punya banyak hal menarik, dari alam, makanan, sampai suasana yang menenangkan,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, rombongan Kedutaan Besar AS juga mengadopsi terumbu karang bayi. Selain itu, Amerika Serikat saat ini tengah menjalankan program konservasi terumbu karang di Indonesia melalui skema Debt for Nature Swap, bekerja sama dengan KKP.

ADVERTISEMENT

“Melalui program ini, kami menyetujui penghapusan sebagian utang Indonesia, dengan syarat dana tersebut dialokasikan untuk perlindungan terumbu karang,” jelas Peter.

Meski belum ada program konservasi khusus di Natuna, ia memastikan wilayah ini akan dipertimbangkan dalam program serupa ke depan, mengingat posisi Natuna yang strategis dan penting.

Terkait keamanan laut, Amerika Serikat juga terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga Indonesia, seperti Bakamla, KKP, TNI, dan sejumlah instansi lainnya. Kerja sama ini mencakup latihan bersama untuk menghadapi kejahatan transnasional, penyelundupan, hingga penangkapan ikan ilegal.

“Kami memiliki kepentingan dan tujuan yang sama, yaitu menjaga keamanan maritim dan kedaulatan wilayah,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Peter mendorong generasi muda Natuna untuk aktif mengikuti berbagai program pendidikan dan pertukaran yang ditawarkan Pemerintah Amerika Serikat.

“Kami tidak memiliki program khusus untuk satu provinsi atau kota, tetapi kami selalu berupaya melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Natuna. Bahkan, sudah ada alumni program Amerika Serikat dari Natuna yang sangat berkualitas,” pungkasnya.


Penulis: | Editor: Nurjali


Share This Article