Karimun – Kebiasaan menabung sejak usia sekolah terus didorong Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tuah Karimun sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.
Bukan sekadar mengajarkan anak menyimpan uang, gerakan gemar menabung juga dinilai dapat menjadi sarana membentuk karakter disiplin, mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Untuk memperkuat gerakan tersebut, BPR Tuah Karimun berkolaborasi dengan Kwartir Ranting (Kwarran) Kabupaten Karimun untuk mendorong budaya menabung di lingkungan sekolah, khususnya di kalangan pelajar dan anggota Pramuka.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadikan kegiatan menabung sebagai kebiasaan positif yang dilakukan secara rutin, sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi generasi muda.
Direktur Utama BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, mengatakan kebiasaan menabung sebaiknya diperkenalkan sejak bangku sekolah.
Menurutnya, menabung tidak hanya berkaitan dengan jumlah uang yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga proses membangun kebiasaan baik sejak dini.
“Menabung bukan hanya tentang berapa banyak uang yang dapat dikumpulkan, tetapi bagaimana kita membentuk kebiasaan disiplin, mandiri dan bertanggung jawab sejak dini. Karena itu, BPR Tuah Karimun ingin terus mendorong dan mendukung Gerakan Gemar Menabung di sekolah, termasuk di kalangan anggota Pramuka,” ujar Siska.
Ia menilai nilai-nilai yang ditanamkan melalui kebiasaan menabung sejalan dengan pendidikan kepramukaan.
Dengan rutin menyisihkan sebagian uang yang dimiliki, pelajar dapat belajar menentukan skala prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga bertanggung jawab terhadap pengelolaan uangnya sendiri.
Hal tersebut juga sejalan dengan nilai kepramukaan yang mengajarkan kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab dan gotong royong.
Sementara itu, Ketua Kwarran Kabupaten Karimun, Abdul Rauf, menilai gerakan gemar menabung dapat menjadi salah satu kegiatan positif yang mendukung pembentukan karakter anggota Pramuka sekaligus memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak usia dini.
“Kami sangat menyambut baik adanya program gemar menabung ini. Menabung merupakan kebiasaan yang sangat baik untuk ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Ini sejalan dengan pendidikan kepramukaan yang mengajarkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab,” ujar Abdul Rauf.
Ia menambahkan, anggota Pramuka tidak hanya dituntut aktif mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga perlu dibekali dengan kebiasaan positif yang dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kebiasaan menyisihkan sebagian uang saku, kata Abdul Rauf, anak-anak secara perlahan dapat belajar mengatur keuangan dan menentukan mana kebutuhan yang harus diprioritaskan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi bisa menjadi kebiasaan yang terus berjalan di sekolah-sekolah. Anak-anak bisa belajar menyisihkan uang saku, menabung secara rutin dan memiliki tujuan dari tabungan mereka,” katanya.
Ke depan, BPR Tuah Karimun juga berkomitmen memperluas edukasi dan literasi keuangan ke berbagai sekolah di Kabupaten Karimun.
Sinergi bersama Kwarran, sekolah, pembina Pramuka dan berbagai pihak terkait akan terus diperkuat agar semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya mengelola keuangan sejak dini.
Melalui gerakan ini, BPR Tuah Karimun ingin ikut berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda Karimun yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri dan cerdas dalam mengelola keuangan.