Menu

Mode Gelap

Warta · 17 Agu 2023 17:26 WIB

HIPMI Lingga Harap Pengembangan Kawasan Pulau Rempang Berdampak untuk Lingga


					BPC HIPMI Lingga Yanuar. Foto: Istimewa Perbesar

BPC HIPMI Lingga Yanuar. Foto: Istimewa

Pengembangan yang menjadi salah satu prioritas di Kepri salah satunya adalah pengembangan untuk kawasan Pulau Rempang, Batam.

Sebelumnya pada Minggu (13/08) lalu, Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia turun untuk melihat langsung dan meninjau rencana pembangunan di Pulau Rempang sebagai kawasan ekonomi baru atau News Engine of Indonesian’s Economic Growt yang berkonsepkan “Green and Sustainable City”.

ADVERTISEMENT

Ini juga tidak lepas dari komitmen investasi dari Xinyi Internasional Investment Limited yang merupakan perusahaan dari China.

Terkait hal tersebut, Ketua BPC HIPMI Lingga, Yanuar saat ditemui pada Rabu (16/08) tadi di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga  mengatakan bahwa salah satu dari rencana tersebut adalah akan dibangunnya pabrik kaca pada kawasan itu.

“Saat ini group Xinyi dari China yang akan berinvestasi di Pulau Rempang itu salah satunya yang terbesarnya adalah pabrik kaca. Pabrik kaca sejauh yang kita ketahui, bahan bakunya adalah pasir silika dan kuarsa. Pasir silika dan kuarsa itu ada di Kabupaten Lingga, yang notabenenya kalau secara deposit yang pernah kita ketahui dan dapat datanya sekitar ratusan juta ton yang ada di Kabupaten Lingga,” kata Yanuar.

Namun Yanuar menegaskan kalaupun nantinya akan memakai bahan baku pasir kuarsa dari Lingga, tentunya Kabupaten Lingga tidak hanya sebatas menyediakan bahan baku saja, namun juga meminta untuk dibangun semelter di daerah ini.

“Kalau bahan bakunya di sini, kita jangan hanya sebagai penonton untuk mengantarkan bahan baku ke sana. Tetapi bagaimana sektor industri itu bisa di bangun di Lingga sebagai faktor penyangga kebutuhan pabrik kaca yang akan ada di Pulau Rempang.

Minimal semelternya di bangun di wilayah Kabupaten Lingga. Artinya dengan adanya presiden dan menteri investasi yang hadir di Batam, itu juga memberikan peran atau efek pada kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.

“Sebagai induk, gubernur mampu menerjemahkan keinginan-keinginan investor yang ada di Pulau Batam dan Kepri pada umumnya. Anggaplah pabrik kacanya di Rempang, namun semelternya dan sebagai bahan bakunya, di bangun industrinya di Kabupaten Lingga,” papar Yanuar.

ADVERTISEMENT

Yanuar menambahkan kalau jarak tempuh dari salah satu pulau yang ada di Kabupaten Lingga dengan tempat bakal dibangunya pabrik kaca tersebut, bukanlah jarak yang sangat jauh.

“Satu hal lagi bahwa Pulau Rempang yang akan dibangun ini tidaklah jauh dengan wilayah kita. Kita sangat berdekatan dengan Pulau Rempang, salahsatunya adalah Pulau Temiang. Pulau ini ada sekitar 1.500 hektar lahan yang kita punya dan itu bisa dibangun semelter dan jarak dekat dengan Pulau Rempang. Kemudian ada beberapa lagi sumber-sumber wilayah sektor industri yang ratusan bahkan ribuan hektar yang kita miliki. Hingga bagaimana kita mencari solusi, mencari komitmen dengan tim teknisnya, seperti apa untuk berkolaborasi. Sehingga efek multi dominonya itu, efek yang di bangun di Kepri ini yang salah satunya Batam, itu bisa berdampak kepada Kabupaten Lingga,” kata Yanuar.

Yanuar tidak menginginkan Kabupaten Lingga yang mempunyai sumber daya alamnya, harus menjadi penonton saja.

ADVERTISEMENT

“Notabenenya Kabupaten Lingga butuh sentuhan, butuh pemikiran besar untuk membangun daerah ini yang memiliki sumber daya alam yang cukup luar biasa. Jangan sampai kita jadi penonton. Seperti contoh yang pernah terjadi di provinsi-provinsi yang lain, mereka punya sumber daya alam tetapi masyarakatnya kurang merasakan dampak efek ekonomi. Harapan kita itu, salah satunya bagaimana menjadikan Kabupaten Lingga agar tidak dianggap hanya sebagai penyuplai bahan bakunya saja,” terang Yanuar.

Disinggung sejauh apa dampak kalau nantinya didapati kesepakan terkait dengan adanya pembangun semelter di Lingga, Yanuar mengatakan kalau banyak sektor yang akan ikut berkembang nantinya.

“Dampaknya adalah bagaimana ekonomi bisa tumbuh. Banyak hal ketika perusahaan atau industri hadir, ekonomi baru akan terbentuk. Wilayah-wilayah bagaimana masyarakat nantinya bisa  berkembang. Dalam sektor pendidikannya akan bagus, kesehatannya akan bagus, infrastrukturnya akan bagus, pendapatannya akan bagus. Artinya kalau PAD kabupaten akan masuk besar, artinyakan dana kita yang akan kita perbuat kepada masyarakat akan lebih banyak, akan lebih besar lagi,” kata Yanuar.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Momentum Idul Adha 1445 H, Lanal TBK Sembelih 4 Ekor Sapi dan 11 Ekor Kambing

18 Juni 2024 - 12:10 WIB

IMG 20240618 115755 11zon

Mahasiswa di Tanjungpinang Unjuk Rasa Tolak Tapera, RUU Penyiaran dan RUU TNI-Polri

15 Juni 2024 - 12:48 WIB

IMG 20240615 WA0038 11zon

Kepri Dapat 2 Ekor Sapi Kurban Sumbangan Presiden RI

14 Juni 2024 - 14:50 WIB

Ilustrasi sapi kurban

KPU Kepri Buka Penerimaan 5.906 Pantarlih, Honor Rp 1 Juta

14 Juni 2024 - 14:45 WIB

IMG 20240614 WA0016 11zon

Roby Ingatkan Jangan Ada Pungli Dalam PPDB SD dan SMP di Bintan

12 Juni 2024 - 15:08 WIB

IMG 20240612 WA0018 11zon

Permudah Akses Perizinan, KKP Asistensi Pemanfaatan Ruang Laut di Karimun

12 Juni 2024 - 15:02 WIB

IMG 20240612 WA0012 11zon
Trending di Warta