Bidang Penguatan Potensi Daerah (PPD) KADIN Indonesia sukses menggelar rapat koordinasi, Senin (5/5) di The Groove by Grand Aston.
Rakor yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang PPD, Ir. K. Wirawan ini dihadiri oleh perwakilan komite tetap, KADIN daerah, serta sejumlah undangan terkait.
Rapat tersebut bertujuan menyelaraskan program kerja 2025, memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan, dan mengatasi tantangan dalam pengembangan ekonomi daerah.
Sebagai Fokus Program Unggulan 2025 Dalam rapat tersebut, WKU PPD KADIN Indonesia memaparkan tiga program utama yang akan menjadi prioritas tahun ini yaitu LENTERA program pelatihan budidaya lele yang menargetkan 1.000 peserta dan pembentukan 100 kelompok usaha baru.
Baca Juga
“Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha pemula,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima media ini.
Kemudian DAUR EMAS Inisiatif kemitraan strategis untuk pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular, dengan dukungan pembiayaan hijau dan CSR. Selain itu, program KADIN GOES TO REGION Program identifikasi potensi daerah dan peningkatan business matching dengan investor, khususnya di wilayah prioritas.
Dalam rakor tersebut di paparkan Peran Komite dan Tantangan yang Dihadapi, Beberapa komite tetap turut menyampaikan progress dan kendala dalam implementasi program.
Komite 1 menyampaikakan telah menyelesaikan pemetaan SDA/SDM di 5 provinsi. Komite 2, mencatat digitalisasi pasar UMKM mencapai 30%, namun masih memerlukan dukungan infrastruktur logistik. Komite 3 mengungkapkan perlunya pendampingan intensif untuk penguatan 50 BUMDes dan koperasi. Komite 4 menyoroti kendala birokrasi dalam fasilitasi pinjaman lunak, meski literasi keuangan telah menjangkau 1.000 UMKM.
Sementara itu, sebagai langkah strategis ke depan dari Bidang PPD, untuk mempercepat pencapaian target, rapat menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yaitu Pembentukan tim koordinasi, multi stakeholder dengan pemerintah daerah dan sektor swasta, Pembangunan infrastruktur prioritas, seperti cold storage dan perbaikan jalan di sentra produksi, Peluncuran platform integrasi data potensi daerah pada kuartal ketiga 2025, Penyusunan rekomendasi kebijakan untuk percepatan perizinan usaha di daerah.
Selain itu bidang ppd juga turut meminta Pandangan Strategis dari Para Narasumber terkait konektivitas ekonomi pusat dan daerah. Seperti dikemukakan Taufan Eko Nugroho Rotorasiko (TEN) yang menekankan pentingnya diplomasi ekonomi melalui partisipasi KADIN dalam forum internasional.
Sementara itu, Faisal Assegaf mengajak KADIN untuk fokus pada gagasan besar guna memenangkan persaingan geopolitik ekonomi. Sedangkan Mulya Amri dari KADIN Institute menyatakan kesiapan lembaganya untuk menyediakan data dan rekomendasi kebijakan guna mendukung program penguatan kelembagaan daerah.
Ir. K. Wirawan menutup rapat dengan menegaskan komitmen KADIN Indonesia untuk terus mendorong kolaborasi dan inovasi dalam pengembangan potensi daerah.
“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan semua pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha, agar target-target ini dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Rencana tindak lanjut termasuk evaluasi kuartalan KPI mulai Juni 2025 dan pertemuan lanjutan di Menara KADIN Indonesia.
KADIN Indonesia merupakan mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Bidang PPD KADIN berfokus pada pengembangan potensi daerah melalui program berkelanjutan dan kolaboratif.

