BINTAN – Kabar kurang menyenangkan datang dari Desa Malangrapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, saat kebutuhan rumah tangga melonjak, minyak goreng subsidi merek “Kita” justru menghilang dari pasaran.
Warga mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau itu. Padahal, merek “Kita” menjadi andalan ibu-ibu rumah tangga karena harganya yang murah dibandingkan minyak goreng non-subsidi.
“Sekarang susah sekali cari minyak merek Kita di desa kami. Padahal kami sangat membutuhkannya untuk persiapan hari raya. Kalau pun ada di warung, harganya sudah mahal,” ujar seorang warga usai berbelanja di warung desa, Senin, 19 Mei 2026.
Staf Disperindag Akui Miris, Belum Tahu Penyebab
Baca Juga
Keluhan serupa sempat disampaikan warga kepada staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Bintan. Namun, sang staf mengaku belum mengetahui penyebab pasti kelangkaan tersebut.
“Saya bingung mau jawab apa, Bang. Karena memang saya sendiri belum tahu penyebab pastinya. Jujur, saya juga miris mendengar keluhan masyarakat, tapi belum bisa berbuat banyak,” ujarnya saat ditemui di warung kopi Kilometer 16 arah Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Senin, 19 Mei 2026.
Kepala Desa Malangrapat, Sakri, membenarkan kelangkaan tersebut. Bahkan di warung miliknya sendiri, minyak “Kita” tidak tersedia.
“Iya memang, itu betul. Saya kan buka warung juga di rumah saya. Tapi kalau minyak Kita itu memang tak ada kami jual. Soalnya memang langka. Saya pun heran kok bisa seperti itu,” ujarnya di depan Swalayan Mandiri Km 16 arah Tanjung Uban.
Kondisi di Desa Malangrapat berbeda jauh dengan Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang. Warga di sana justru menerima bantuan bahan pokok dari pemerintah berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng “Kita” per kepala keluarga.
“Iya Pak, hari ini kami ambil kupon di kantor kelurahan. Pembagiannya hari Jumat nanti,” ujar seorang warga usai mengambil kupon bantuan, Senin (19/05/2026).
Perbedaan ini memunculkan dugaan adanya persoalan distribusi. Warga mencurigai adanya permainan harga atau praktik penimbunan oleh oknum. Masyarakat pun berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan pengawasan.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindag Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan yang akrab disapa Iwan, menjelaskan penyebab kelangkaan. Menurutnya, pasokan dari Bulog belum masuk.
“Penyebab kelangkaan minyak goreng ‘Kita’ ini lantaran dari Bulog sebagai penyalur belum masuk, dan itu sudah kami konfirmasi. Namun kami tetap berupaya mendesak Bulog supaya keterlambatan ini segera diisi, karena masyarakat saat ini sangat membutuhkannya. Pokoknya kapan Bulog minta bantu sama kita, akan kita dukung,” tutur Iwan di warung kopi Km 16 Bintan, Selasa (20/05/2026).
Sementara itu, Kepala Kantor Perum Bulog Tanjungpinang, Arief, menjelaskan bahwa distribusi minyak goreng merek “Kita” tidak sepenuhnya berada di bawah wewenang Bulog.
