Karantina Pertanian Karimun Sosialisasi Aturan Lalu Lintas Tumbuhan dan Satwa Liar

Stasiun Karantina Pertanian (SKP) kelas II Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, memberikan sosialisasi tentang pengawasan dan pengendalian tumbuhan dan satwa liar di hotel Aston Karimun, Kamis (6/4).

Kepala SKP kelas II Tanjungbalai Karimun, Nurainun Siregar, mengatakan sosialisasi tersebut fokus pada sasaran komunitas pecinta satwa dan tumbuhan yang ada di wilayah Kabupaten Karimun.

ADVERTISEMENT

“Sosialisasi ini lebih kepada edukasi dan pemahaman agar lebih tau peran dan fungsi karantina di dalam hal lalu lintas tumbuhan maupun satwa liar,” ujarnya, Kamis (6/4).

Lebih lanjut, kata dia, sepanjang tahun 2023 ini pihaknya memang belum melakukan upaya penindakan terhadap lalu lintas hewan yang dilakukan tidak sesuai ketentuan.

“Tahun ini memang belum ada (penindakan), karena kita belum ada mendapatkan lalu lintas ataupun info dari masyarakat. Tapi yang kita lakukan selama ini adalah pengawasan baik komoditas pertanian maupun hewan,” terangnya.

Sementara Koordinator Pengawasan Tumbuhan Satwa Liar, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau di Bandara Hang Nadim Batam, Ariyanto, menjelaskan wilayah Karimun memiliki potensi lalu lintas satwa dilindungi yang tidak sesuai aturan.

“Yang sering di lalulintas kan di daerah Karimun ini adalah jenis satwa liar burung dan reptil baik yang dilindungi maupun tidak dilindungi,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya juga banyak mendapat laporan, bahwa masyarakat yang memiliki satwa dilindungi tanpa memahami aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Jadi satwa dilindungi ini banyak dipelihara secara pribadi. Informasi ke kita satwa itu tidak memiliki legalitas dari pihak BKSDA dalam bentuk dokumen asal usul,” ungkap dia.

ADVERTISEMENT

Dengan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat yang memelihara satwa dilindungi diimbau untuk dapat menyerahkan satwa tersebut kepada Konservasi dan Sumber Daya Alam (KSDA).

“Ini juga menjadi atensi bagi kita, bekerja sama dengan instansi terkait dan komunitas untuk bisa me-mapping jenis satwa apa saja dan berapa jumlahnya,” tutupnya.

Sosialisasi ini turut menghadirkan Komunitas Reptil Karimun (Korek) sebagai wadah menaungi masyarakat yang gemar akan hewan-hewan reptil.

ADVERTISEMENT

Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article