Kabupaten Karimun mengalami kenaikan inflasi 0,46 persen (month-to-month) hingga periode Juni 2025, akibat terjadinya permasalahan ketersedian bahan pokok dalam beberapa waktu belakangan.
Berdasarkan data BPS Karimun, komoditas bahan makanan menjadi penyumbang terbesar atas kenaikan angka inflasi yang terjadi, yakni sebesar 1,37 persen.
“Pada bulan Juli 2025, Karimun mengalami kenaikan inflasi 0,46 persen. Untuk itu, kami akan tangani hal ini melalui tim TPID provinsi Kepri,” ungkap Bupati Karimun, Iskandarsyah, saat memimpin rapat kordinasi ketersediaan bahan pangan, Jumat, 1 Agustus 2025.
Permasalahan bahan pokok saat ini tengah menjadi isu krusial di Karimun. Terutama setelah adanya langkah pengaturan dan kebijakan pembatasan pengiriman maupun distribusi logistik bahan pokok, khususnya dari wilayah Batam.
Iskandarsyah memastikan, pemerintah terus berupaya mencarikan solusi dengan langkah menginventarisir kendala yang dialami para distributor, agar ketersediaan bahan pokok dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami telah berkoordinasi dengan Bea Cukai dan bapak Gubernur Kepri terkait dengan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Karimun. Maka hari ini kita akan memahami data berapa kebutuhan real bahan pokok di Karimun, sehingga diambil langkah untuk mengatasi permasalahan ini,” katanya.
Tercatat, kebutuhan 12 Komoditas Bahan Pangan Strategis di Kabupaten Karimun tahun 2025 mencakup antara lain:
– Beras 24.332 ton (per tahun) : Januari 2,058 ton, Februari 1,863 ton, Maret 2,151 ton, April 1,992 ton, Mei 2,058 ton, Juni 1,993 ton, Juli 2,058 ton, Agustus 2,058 ton, September 1,992 ton, Oktober 2,058 ton, November 1,992 ton, Desember 2,060 ton.
– Jagung 6.331 ton (per tahun) : Januari
538 ton, Februari 486 ton, Maret 538 ton, April 520 ton, Mei 538 ton, Juni 520 ton, Juli 538 ton, Agustus 538 ton, September 520 ton, Oktober 538 ton, November 520 ton, Desember 538 ton.
– Kedelai 1.429 ton (per tahun) : Januari 121 ton, Februari 110 ton, Maret 121 ton, April 117 ton, Mei 121 ton, Juni 117 ton, Juli 121 ton, Agustus 121 ton, September 117 ton, Oktober 121 ton, November 117 ton, Desember 121 ton.
– Bawang Merah 1. 052 ton (per tahun) : Januari 88 ton, Februari 82 ton, Maret 95 ton, April 86 ton, Mei 88 ton, Juni 87 ton, Juli 88 ton, Agustus 88 ton, September 86 ton, Oktober 88 ton, November 86 ton, Desember 89 ton.
– Bawang Putih 722 ton (per tahun) : Januari 61 ton, Februari 57 ton, Maret 64 ton, April 59 ton, Mei 61 ton, Juni 59 ton, Juli 61 ton, Agustus 61 ton, September 59 ton, Oktober 61 ton, November 59 ton, Desember 61 ton.
– Cabe Besar 1.320 ton (per tahun) : Januari 111 ton, Februari 103 ton, Maret 116 ton, April 108 ton, Mei 111 ton, Juni 110 ton, Juli 111 ton, Agustus 111 ton, September 108 ton, Oktober 111 ton, November 108 ton, Desember 112 ton.
– Cabe Rawit 815 ton (per tahun) : Januari 69 ton, Februari 64 ton, Maret 72 ton, April 66 ton, Mei 69 ton, Juni 67 ton, Juli 69 ton, Agustus 69 ton, September 66 ton, Oktober 69, November 66 ton, Desember 69 ton.
– Daging Sapi/Kerbau 431 ton (per tahun) : Januari 31 ton, Fabruari 30 ton, Maret 36 ton, April 30 ton, Mei 31 ton, Juni 86 ton, Juli 31 ton, Agustus 30 ton, September 31 ton, Oktober 31 ton, November 30 ton, Desember 32 ton.
– Daging Ayam Ras 5.428 ton (per tahun) : Januari 457 ton, Fabruari 423 ton, Maret 490 ton, April 442 ton, Mei 457 ton, Juni 445 ton, Juli 457 ton, Agustus 457 ton, September 457 ton, Oktober 457 ton, November 442 ton, Desember 461 ton.
– Telur Ayam Ras 4.916 ton (per tahun) : Januari 410 ton, Februari 398 ton, Maret 465 ton, April 397 ton, Mei 410 ton, Juni 398 ton. Juli 457 ton, Agustus 457 ton, September 442 ton, Oktober 457 ton, November 442 ton, Desember 451 ton.
– Gula Konsumsi 3.277 ton (per tahun) : Januari 277 ton, Februari 256 ton, Maret 290 ton, April 268 ton, Mei 277 ton, Juni 268 ton, Juli 277 ton, Agustus 277 ton, September 268 ton, Oktober 277 ton, November 268 ton, Desember 277 ton.
– Minyak Goreng 3.108 ton (per tahun) : Januari 262 ton, Februari 242 ton, Maret 278 ton, April 254 ton, Mei 262 ton, Juni 254 ton, Juli 262 ton, Agustus 262 ton, September 254 ton, Oktober 262 ton, November 254 ton, Desember 263 ton.
“Selama ini kami mengontrol terkait inflasi, bagiamana harga barang tidak naik. Jika harga tinggi secara otomatis tingkat konsumsi juga akan berkurang. Ini juga menjadi salah satu fokus kita bersama untuk mengatasi masalah ini,” jelasnya.