Menu

Mode Gelap

Warta · 16 Jul 2022 14:00 WIB ·

Kasus COVID-19 di Kepri Mulai Meningkat, Data Satgas Capai 36 Kasus Aktif


 Ilustrasi: Shutterstock Perbesar

Ilustrasi: Shutterstock

ADVERTISEMENT
advertisement

Perkembangan kasus COVID-19 di Provinsi Kepulauan Riau saat ini mulai menunjukkan peningkatan kasus. Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri, hingga 15 Juli 2022 sudah ada 36 kasus aktif yang ditemukan.

Padahal, beberapa waktu belakangan perkembangan kasus COVID-19 sudah melandai, bahkan pernah nol kasus aktif.

Menanggapi hal itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan instansi terkait serta kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap melonjaknya kasus kedepan.

Hal itu mengingat, adanya varian baru Omicron Sub Varian BA4 dan BA5 di seluruh dunia termasuk Indonesia. Ditambah lagi, naiknya jumlah kasus konfirmasi harian di sejumlah daerah serta negara tetangga.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Kewaspadaan harus ditingkatkan sebab per 15 Juli 2022 kasus terkonfirmasi positif di Kepri telah mencapai 36 orang,” tegasnya saat memimpin Rapat Koordinasi COVID-19 bersa kabupaten/kota di Gedung Daerah Tanjungpinang, Jumat (15/7) malam.

Selain itu, lanjut Ansar, menindaklanjuti surat edaran (SE) Nomor 21 Tahun 2022 tentang ketentuan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang dikeluarkan Satgas Nasional dan SE Mendagri Nomor 440/3917/SJ tentang percepatan vaksinasi dosis lanjutan (booster) bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Maka, dalam Pemprov Kepri akan juga akan mengeluarkan edaran yang sama guna meneruskannya ke kabupaten/kota.

“Malam ini akan langsung saya tandatangani SE Gubernur untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan tiap Kabupaten Kota. Berlaku per 17 Juli 2022 sesuai SE Satgas COVID-19 Nasional,” sebut Ansar.

Saat ini, dikatakan Ansar, capaian vaksinasi booster di Kepri baru mencapai 47,72 persen. Dengan demikian, masih ada 717.954 sasaran dari target yang telah ditentukan.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, ia menekankan, agar instansi terkait dan kabupaten/kota dapat mengejar capaian vaksinasi booster dengan membuka sentra vaksinasi di daerah masing-masing.

“Untuk menarik perhatian masyarakat tentu dengan inovasi masing-masing. Umpamanya menyediakan door prize dengan undian dengan periode tertentu. Silakan berinovasi supaya percepatan booster lebih baik,” pesan Gubernur.

Kemudian, untuk aturan PPDN wajib vaksin booster akan diterapkan mulai 17 Juni 2022 nanti. Bagi warga yang masih dosis 1 atau 2 wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

ADVERTISEMENT

Ansar menambahkan, pihaknya juga akan menyediakan layanan vaksinasi booster di bandara dan pelabuhan. Sehingga, memudahkan masyarakat yang akan berangkat untuk melakukan vaksin.

“Selain Rapid Test Antigen, layanan vaksinasi booster juga akan kita sediakan di bandara-bandara dan pelabuhan-pelabuhan. Ini juga upaya untuk mendongkrak capaian vaksinasi dosis 3,” demikian Ansar.
Area lampiran

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 41 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Polres Bintan Sukseskan Gerakan 10 Juta Bendera

15 Agustus 2022 - 06:32 WIB

Wings Air Mulai Terbang di Karimun Tahun Ini, Berikut Rute Penerbangannya

14 Agustus 2022 - 15:29 WIB

Curhat Sulitnya Dapat Kerja di Batam, Pencaker: Harus Ada Orang Dalam

14 Agustus 2022 - 15:10 WIB

Pemerintah Agendakan Bawa Forum Pemred ke Batam Akhir Agustus

14 Agustus 2022 - 14:48 WIB

Ribuan Pencaker Padati Job Fair di Universitas Putera Batam

13 Agustus 2022 - 21:46 WIB

Warga Citra Indomas Batam Geger Temukan Mayat Membusuk di Indekos

13 Agustus 2022 - 21:33 WIB

Trending di Warta
advertisement