Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 15 Mar 2023 21:34 WIB

Kejari Batam Tangkap Buronan Terpidana Korupsi Kredit Usaha Tani


					Buronan Kejari Mataram, terpidana kasus korupsi Kredit Usaha Tani Musim Tanam Baru diamankan di Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Buronan Kejari Mataram, terpidana kasus korupsi Kredit Usaha Tani Musim Tanam Baru diamankan di Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Kejaksaan Negeri Batam menangkap terpidana kasus korupsi dan kredit usaha tani musim tanam baru bernama Rusydan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buronan.

Pria 63 tahun itu masuk dalam DPO
kejaksaan Mataram ditangkap petugas tanpa perlawanan. Ia kooperatif saat dibawa petugas pada Selasa (14/3) siang.

ADVERTISEMENT

“Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Intelijen Kejagung, Kejaksaan Tinggi dan Intelijen Kejaksaan Batam menangkap DPO di Batam Center,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Batam Herlina Setyorini, kepada wartawan, Rabu (15/3).

Herlina mengatakan, terpidana dicari selama ini, namun karena putus kontak sehingga tak dapat dihubungi.

“Saat dicari yang bersangkutan tak dapat dihubungi. Saat diamankan terpidana kooperatif dan dititipkan ke Polsek hingga di lakukan eksekusi,” kata dia.

Dia menambahkan yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan eksekusi putusan kasasi Mahkamah Agung Nomor: 831K/PID.SUS/2009 tanggal 19 Agustus 2010.

Dalam putusan tersebut, lanjutnya dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan dana kredit usaha tani (KUT) musim tanam baru tahun 1999 yang telah mengakibatkan munculnya kerugian negara Rp 353 juta.

Putusan ini merujuk tindak pidana korupsi pasal 3 Jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 yang diubah dan ditambah UU No 20 tahun 2001 Pasal 55 ayat 1 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Sesuai dengan putusan Mahkamah Agung nomor 831k/PID.Sus/19 Agustus 2010 yang bersangkutan dinyatakan sah dan terbukti bersalah menjatuhkan vonis satu tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta subside serta membebankan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 353 juta subsider 1 tahun penjara,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Diketahui terpidana dalam perkara tersebut berperan sebagai ketua lembaga swadaya masyarakat yang mendapatkan tugas melaksanakan penyaluran dana KUT kepada 25 kelompok tani di wilayah Lombok Barat dengan nilai Rp 1,26 miliar.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Keluarga Mendiang Halimah hingga Kini Belum Terima Hasil Autopsi

29 Februari 2024 - 10:06 WIB

IMG 20240219 WA0015 11zon

Keluarga Halimah Diperiksa POM TNI AD Karimun Selama 3 Jam, Didampingi Kuasa Hukum

29 Februari 2024 - 07:32 WIB

IMG 20240229 WA0001 11zon

Sindikat Curanmor di Tanjungpinang Diringkus Polisi

26 Februari 2024 - 13:46 WIB

IMG 20240226 112753 241 11zon

Kasus Kematian Janda Muda di Karimun Dilimpahkan ke Polisi Militer

24 Februari 2024 - 10:34 WIB

IMG 20240220 WA0001 11zon

Satgas Anti Mafia Bola Polri Serahkan 4 Tersangka Judi Online ke Kejari Batam

22 Februari 2024 - 17:51 WIB

Tersangka judi online bola diserahkan ke Kejari Batam

3 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal Ditetapkan DPO, Ini Ciri-cirinya

22 Februari 2024 - 16:33 WIB

2 dari 3 DPO pelaku pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia
Trending di Hukum Kriminal