Menu

Mode Gelap

Kiriman Pembaca · 25 Apr 2022 16:39 WIB ·

Kejenuhan Belajar dan Solusinya

Tulisan ini tidak mewakili redaksi kepripedia. Seluruh properti dan isi merupakan tanggungjawab penulis


 Ilustrasi belajar secara mandiri. Foto: Mikhail Nilov/pexels.com Perbesar

Ilustrasi belajar secara mandiri. Foto: Mikhail Nilov/pexels.com


Ditulis oleh Rahadian Widhi Hantoro

Mahasiswa PPG Prajabatan Bimbingan Konseling UAD


ADVERTISEMENT
advertisement

Selama masa Pandemi COVID-19 pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah, dengan tujuan membatasi jarak individu (social distancing) agar penyebaran covid-19 dapat ditekan. Selama dua tahun peserta didik belajar secara daring dari rumah, menggunakan handphone atau computer untuk mengakses dan mengikuti pembelajarannya.

Banyak kendala ditemui baik dari sisi perangkat hardwarenya maupun infrastruktur jaringan internet yang tidak selalu lancar, terlebih kondisi geografis sangat bervariasi. Peserta didik  melakukan   belajar secara   daring   tanpa dibatasi  tempat  dan  waktu,  belajar dari rumah, tidak pergi ke sekolah, tidak bertemu guru, dan tidak bertemu-teman-teman sekolahnya. Tidak  ada interaksi sosial secara langsung peserta didik dengan guru. Guru  hanya memberikan teori, bahan/materi yang harus dipelajari dan tugas–tugas bagi peserta didik.

ADVERTISEMENT
advertisement

Tuntutan kurikulum yang cukup banyak memunculkan tekanan belajar yang tinggi pada siswa di masa pandemi. Penugasan-penugasan yang diberikan guru tanpa ada penjelasan secara langsung, mengakibatkan siswa kesulitan mengerjakannya. Apalagi jika terkendala dengan sarana prasarana dan fasilitas jaringan yang tidak lancar, makin menambah  kesulitan belajar.

Tidak hanya siswa yang mengeluh selama pembelajaran daring, orang tua pun banyak yang tidak siap ketika harus membimbing putra-putrinya terlebih yang masih usia SD kelas Awal. Bagi orang tua yang putra-putrinya usia SMP, SMA yang mestinya sudah bisa mengatur dirinya dalam kegiatan belajar, boleh jadi mengalami kelelahan atau kejenuhan belajar. Akses pembelajaran daring dalam jangka panjang, dapat membawa dampak kejenuhan akademik (Academik Bornout).

ADVERTISEMENT
advertisement

Kejenuhan akademik didefinisikan sebagai  reaksi  emosional,  fisik,  dan mental negatif  terhadap studi berkepanjangan yang mengakibatkan   kelelahan,   frustrasi dan kurangnya motivasi. Kejenuhan akademik memunculkan  stress, kelelahan belajar, atau  faktor psikologis lainnya disebabkan  beban  karena proses pembelajaran yang    diikuti    siswa sehingga  menunjukkan  keadaan  kelelahan emosional, sinis, dan merasa diri tidak mampu, tidak ada semangat dan merasa berat terhadap pengerjaan tugas-tugas sekolah.

Kejenuhan emosional ditandai dengan sulit tidur, lesu, hingga dapat memunculkan permaslahan pada perut atau pencernaan, otot tegang, dan pusing. Belajar secara daring selama dua tahun cukup lama, kemungkinan kejenuhan akademik terjadi pada peserta didik. Akibat lain yang dikhawatirkan adanya learning loss selama 2 tahun  dapat berakibat hasil belajar tidak optimal. Apabila terjadi kejenuhan, belajar dalam rentang waktu tertentu namun tidak memberikan hasil.

ADVERTISEMENT

Kejenuhan belajar siswa dapat disebabkan oleh kelelahan panca indera, kelelahan fisik, dan keletihan mental siswa. Kelelahan panca indera dapat diatasi dengan beristirahat dengan cukup, makan bergizi kelelahan fisik juga dapat diatasi. Akan tetapi kelelahan mental tidak mudah diatasi. Faktor penyebab kelelahan mental, di antaranya: rasa khawatir jika tidak berhasil, khawatir jika tidak memenuhi harapan, di sisi lain mungkin mempunyai target dan kriteria yang tinggi.

Kiat-kiat mengatasi kejenuhan akademik. Bersyukur saat ini kondis pandemi sudah reda, namun kejenuhan belajar boleh jadi tetap dialami dan mempengaruhi belajar peserta didik lebih lanjut. Untuk itu perlu diupayakan langkah-langkah mengatasinya. Berikut cara-cara mengatasi kejenuhan akademik:

  1. Usahakan bisa berIstirahat cukup dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi
  2. Penjadwalan ulang jam belajar mempertimbangkan waktu yang efektif bagi masing-masing.
  3. Penataan setting lingkungan belajar, tata letak meja kurisi di kamar belajar, pemasangan atau penggantian wallpapaer sehingga memberi suasana baru yang lebih cerah.
  4. Upayakan memberi motivasi dan stimulasi agas peserta didik termotivasi untuk belajar.
  5. Memperbaarui niat untuk belajar lebih giat dan lebih baik.
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 53 kali

ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Pentingnya Layanan Bimbingan Konseling Bagi Peserta Didik

14 Juni 2022 - 22:52 WIB

Problematika Guru dan Siswa dalam Proses Pembelajaran

11 Juni 2022 - 12:40 WIB

Teknik Sosiodrama Sebagai Upaya Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa

27 Mei 2022 - 23:10 WIB

Pelayanan e-Konseling Bagi Guru BK

13 April 2022 - 22:06 WIB

Meningkatkan Komunikasi Interpersonal dengan Metode Problem Based Learning

24 Maret 2022 - 22:07 WIB

Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Siswa

17 Maret 2022 - 20:20 WIB

Trending di Netizen
advertisement