Menu

Mode Gelap

Warta · 7 Mar 2022 23:42 WIB ·

Ketum TP-PKK Takjub Perubahan Pulau Penyengat


 TP PKK saat mengunjungi pulau penyengat. Foto: Dok Diskominfo Perbesar

TP PKK saat mengunjungi pulau penyengat. Foto: Dok Diskominfo

ADVERTISEMENT
advertisement

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Tri Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Penyengat (Senin (7/3). Kunjungan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat nasional ke- 50 yang dipusatkan di Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan itu, Tri Tito Karnavian, mengakui sudah beberapa kali sampai ke pulau bersejarah tersebut. Dan ia pun merasa takjub dengan perkembangan Pulau Penyengat yang sangat berbeda ketika pertama kali ia berkunjung.

“Saya sudah beberapa kali ke Penyengat. Saya begitu terkejut karena begitu berbeda dengan tahun 2018 lalu,” ucapnya.

Selain itu, dalam Kunker tersebut, istri dari Menteri dalam negeri (Mendagri) ini juga meninjau pelaksanaan vaksinasi booster di Pulau Penyengat, menyerahkan bantuan sembako kepada Lansia, dan stimulus UMKM, serta desain label dan cetak stiker.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Memang kami datang kesini dalam rangkaian peringatan HKG PKK ke-50. Kegiatan yang di pusatkan di Provinsi Kepri harus menyentuh masyarakat. Kami tidak mau sekedar serimonial saja,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memaparkan pihkany bersama pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk menata kawasan Pulau Penyengat sebagai Pulau Warisan Budaya di Tanjungpinang.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, revitalisasi Pulau Penyengat merupakan salah satu program prioritas. Dimana salah satu tujuannya adalah mengembangkan dan melestarikan budaya Melayu, serta mewujudkan Kota Tanjungpinang sebagai ibukota Provinsi Kepri

Selain itu, Ansar juga memaparkan progres revitalisasi Masjid Sultan saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Batusangkar. Hal itu dikarenakan Masjid Sultan merupakan situs bersejarah.

“Karena Masjid Sultan merupakan cagar budaya, oleh karena itu kita tidak bisa sembarangan memugarnya, perlu koordinasi dengan pihak berwenang. Namun kita sudah melakukan identifikasi dan menemukan 80 titik yang memerlukan perbaikan-perbaikan utama,” demikian Ansar.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 34 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Remaja 18 Tahun Ditangkap Diduga Menjadi Penadah Motor Curian

30 September 2022 - 09:49 WIB

Bea Cukai dan Police Guard Singapura Bertemu di Laut

30 September 2022 - 09:43 WIB

Seluruh DPC HKTI Minta Alias Wello Kembali Pimpin HKTI Kepri

30 September 2022 - 08:47 WIB

Tambang Pasir Darat di Meral Barat Disebut Resahkan Warga Karena Cemari Air

29 September 2022 - 18:41 WIB

Mulai 1 Oktober, Motor di Kawasan FTZ di Kepri Gunakan TNKB Hijau

29 September 2022 - 16:35 WIB

Kemenparekraf Anugrahi Bintan Resort Penghargaan IST

29 September 2022 - 05:39 WIB

Trending di Warta
advertisement