Lulusan SMAN 17 Sagulung Mengaku Ijazahnya Ditahan karena Belum Lunas Tunggakan

Sejumlah lulusan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Sagulung mengaku hingga kini ijazahnya tak diberikan pihak sekolah karena belum membayar uang sekolah. 

Salah satu orang tua siswa yang enggan disebut namanya mengungkapkan, anaknya yang sudah lulus tahun di 2022 hingga kini ijazahnya belum diberikan oleh pihak sekolah. 

ADVERTISEMENT

“Alasan karena belum melunasi tunggakan uang sekolah,” katanya, Rabu (26/10). 

Ia menyebutkan, kondisi ekonomi saat ini yang tengah sulit menyebabkannya belum dapat membayar tunggakan tersebut. Ditambah lagi ia mengaku kondisi kesehatan kurang baik beberapa waktu ini.

“Baru siap operasi di rumah sakit,” ujarnya. 

Meski demikian, sumber itu mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak Kepala Sekolah dan diberikan kelonggaran untuk mengambil Ijazah. 

Namun saat istrinya datang ke sekolah, disuruh membuat pernyataan bermaterai akan melunasinya jika sudah mempunyai uang.

“Kita sudah jujur bahwa memang karena kondisi ekonomi sedang sulit, kalau mau pihak sekolah bisa datang melihat ke rumah,” kata dia.

Ia menuding pihak sekolah berbelit belit dan terkesan persulit pengambilan ijazah. Ia menyebutkan bahwa semua anaknya sekolah di SMAN 17 tersebut, namun sebelum-sebelumnya tidak pernah mengalami kendala.

ADVERTISEMENT

“Sudah tiga anak saya sekolah di sana, dari awal tidak ada masalah, memang saat ini ekonomi sangat sulit,” kata Sumber.

Menurut dia dari keterangan pihak sekolah, bukan hanya dirinya yang mengalami hal tersebut tetapi masih banyak siswa yang ijazahnya tidak diberikan karena tidak membayar uang sekolah.

“Data yang diberikan ke saya ada beberapa siswa,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

Menanggapi kabar tersebut, Wakil Kepala SMAN 17 Bagian Humas, Dedi Indra, membantah bahwa pihaknya menahan ijazah siswa. Ia mengeklaim sekolah tidak mempersulit lulusannya dan ijazah seluruh siswa telah diberikan. 

“Memang masih ada ijazah siswa yang belum diambil, itu pun karena yang bersangkutan sedang sekolah di luar batam,” kata Dedi Indra.

Dia mengatakan sesuai dengan surat dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, bagi siswa yang tidak mampu agar digratiskan uang sekolahnya.

ADVERTISEMENT

“Ini kita laksanakan selama siswa dan orang tua bisa menunjukkan, surat tidak mampu dari RT/RW dan Lurah,” kata dia.

Saat ditanya mengenai surat pernyataan yang harus dibuat oleh orang tua yang belum bisa melunasi uang sekolah, Indra berdalih bahwa dia kurang mengerti, karena itu urusan bidang pengambilan ijazah.

“Kalau surat pernyataan akan membayar itu, mungkin bidang pengambilan ijazah, atau orang tua siswa yang bersangkutan menyanggupi akan membayar jika sudah memiliki uang,” katanya.

Menurut dia, hingga sekarang jumlah siswa/siswi di SMAN 17 Sagulung sebanyak 1.300 orang dimana 30 persen-nya semua biaya sekolah digratiskan. 

“30 persen ditanggung sekolah,” ucap dia. 


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article