Menu

Mode Gelap

Kuliner Wisata · 6 Feb 2022 07:30 WIB ·

Menelusuri Peninggalan Sejarah di Pulau Buluh, Perigi Tua hingga Pasar Pertama di Batam


 Asosiasi Pariwisata Batam Kunjungi Pulau Buluh. Foto: Dok MC Batam Perbesar

Asosiasi Pariwisata Batam Kunjungi Pulau Buluh. Foto: Dok MC Batam

ADVERTISEMENT
advertisement

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata, menjelaskan bahwa Pulau Buluh mempunyai hubungan linear dengan Batam. Mengingat, dari Kerajaan Riau Lingga, melalui Yang Dipertuan Besar dan disyahkan oleh Yang Dipertuan Muda kala itu berada di Penyengat bahwa pemimpin dua kawasan Nongsa dan Pulau Buluh diberi gelar amir.

Makna amir sendiri dalam bahasa Arab bermakna pemimpin. Sementara Amir Pulau Buluh, lanjutnya, memerintah di Pulau Buluh.

Menurut Ardi, Amir Nongsa saat ini sudah mulai terangkat dalam konsep pelestarian dan pemajuan budaya.

“Ada Satu lagi yang perlu kita angkat kembali, yakni amir Pulau Buluh. Memang kalau secara tamadun yang lebih tua adalah Amir Nongsa,” jelasnya.

ADVERTISEMENT
advertisement

Ia menyebutkan, masih banyak peninggalan-peninggalan yang tersisa di Pulau Buluh ini. Karenanya, ia pun berharap masyarakat tidak mengubah keberadaan peninggalan sejarah tersebut.

“Apapun yang berbau sejarah jangan diubah dulu. Ada Tim Ahli Cagar Budaya atau TACB yang mengkurasinya,” pesan Ardi kepada masyarakat Pulau Buluh.

ADVERTISEMENT

Diketahui, sebelum melakukan kunjungan ke beberapa tempat peninggalan sejarah ini, Asosiasi Pariwisata Batam ini menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Pulau Buluh.

Ketua Panitia Kegiatan Tourism Care, juga sebagai anggota dari Asita Kepri, Hanny, menyebutkan bantuan yang disalurkan tersebut terdiri dari uang tunai berjumlah Rp7.660.000, perlengkapan shalat, Alquran, sajadah, mukena masing-masing 10 pieces, 7 box pakaian layak pakai, 17 box makanan susu dan makanan balita, 12 paket perlengkapan sekolah, sembako, dan 30 paket bingkisan anak-anak.

Bantuan yang diberikan tersebut berasal dari asosiasi pariwisata yang berada di Batam, antara lain Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DPD Kepri, Perkumpulan Pembawa Acara (Perwara) Kota Batam, Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) Kepri, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kepri, dan masyarakat Kota Batam.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 238 kali

Berita ini dikutip dari infopublik.id

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

2 Tahun Vakum, Kapal Pesiar Genting Dream Kembali Singgahi Lagoi

3 Juli 2022 - 13:16 WIB

Liburan Murah di Pantai Payung Batubesar Nongsa

3 Juli 2022 - 11:52 WIB

Pariwisata Bangkit, Sejumlah Event Internasional di Bintan Bakal Kembali Digelar

26 Juni 2022 - 13:51 WIB

Best Western Premier Panbil Resmi Mengantongi Sertifikasi Bintang 5

24 Juni 2022 - 21:11 WIB

Asyik! Taman Bermain Anak Bertambah Lagi di Taman Rusa Sekupang

23 Juni 2022 - 07:22 WIB

Lezat dan Mengenyangkan, Begini Resep Mie Sagu Goreng Khas Kepri

18 Juni 2022 - 13:27 WIB

Trending di Kuliner Wisata
advertisement