Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 21 Mei 2023 15:20 WIB

Menengok Pabrik Industri Balok Es di Karimun, Disuplai hingga ke Kapal-Kapal Ikan


					Pabrik pengolahan balok es di Kecamatan Meral. Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Pabrik pengolahan balok es di Kecamatan Meral. Foto: Khairul S/kepripedia.com

Suara mesin penghancur es menggema di Pabrik industri pembuatan balok es di Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Minggu (21/5).

Sebelum akhirnya bisa sampai ke tangan-tangan pelanggan, diperlukan waktu selama dua hari lamanya hingga es berbentuk balok memanjang itu didistribusikan.

ADVERTISEMENT

Proses pembuatan dimulai dari masing-masing cetakan yang berjumlah 12 batang, diisi dengan air bersih lalu diendapkan selama dua di dalam sebuah bak berukuran besar.

“Selama dua hari ini didiamkan di dalam susunan cetakan. Kalau hanya satu hari, bentuknya tidak sampurna,” ujar pekerja pabrik balok es, Anton.

Setelah proses pengendapan dilakukan, selanjutnya cetakan tersebut diangkat menggunakan mesin katrol yang dilengkapi dengan rantai besi menjuntai.

“Lalu kita bilas dan kita arahkan ke jalur fiber menuju mesin penghancur,” katanya.

Sementara untuk proses suplai hingga ke kapal-kapal ikan, dilakukan dengan menggunakan media conveyor.

“Biasa ke kapal ikan selalu dalam jumlah banyak, makanya dengan alat khusus yang langsung mengarah ke laut,” terangnya.

Untuk sekali produksi, kata dia, bisa menghasilkan sebanyak 50 balon es. Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding permintaan yang begitu besar dari pelanggan di kapal-kapal ikan.

ADVERTISEMENT

“Kalau ke kapal bisa minimal 20, 30, 50 bahkan ada yang sampai 200 balok es. Itu bisa beberapa hari baru selesai, karena proses percetakan memakan waktu juga,” ucap dia.

Harga es per balok es dijual seharga Rp 25 ribu. Tidak hanya melayani kebutuhan kapal itu, pedagang-pedagang kecil juga membeli kebutuhan es di pabrik tersebut.

“Pelanggan ada juga dari pedagang ikan, pedagang es,” katanya.

ADVERTISEMENT

Para pelaku usaha memilih balok es lantaran jauh lebih ekonomis apabila dibandingkan dengan es yang dibekukan di kulkas. Harganya jauh lebih mahal.

“Alasan mereka katanya lebih murah. Sementara hasil yang didapat juga tidak sebanding,” terangnya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Disperindag Karimun: 22.960 Tabung LPG 3 Kg Terus Didistribusikan ke Masyarakat

15 Juni 2024 - 14:39 WIB

IMG 20240615 WA0040 11zon

Menteri ESDM Pastikan Prospek PT Saipem Dukung Ekspansi Pengeboran Minyak dan Gas

14 Juni 2024 - 09:41 WIB

Point Blur May162024 132659 11zon

DKP Kepri Cabang Karimun Sediakan 1 Ton Ikan Gelar Bazar Murah

11 Juni 2024 - 12:40 WIB

IMG 20240611 WA0007 11zon

Warga Batam Wajib Pakai ‘Fuel Card’ Saat Isi BBM Pertalite, Catat Mulai Berlakunya!

5 Juni 2024 - 13:35 WIB

IMG 20240605 WA0010

Relaksasi HET Beras Premium dan Medium Terbaru, di Kepri Naik Segini

4 Juni 2024 - 10:11 WIB

Ilustrasi beras

Jelang Idul Adha 1445 H, Pedagang Sapi di Karimun Mulai Banjir Pesanan

22 Mei 2024 - 14:52 WIB

IMG 20240521 114434 11zon
Trending di Ekonomi Bisnis