Menu

Mode Gelap

Warta · 16 Mei 2022 19:43 WIB

Pemprov Kepri Antisipasi Masuknya Hepatitis Akut


					Kadinkes Kepri Mohammad Bisri. Foto: Istimewa Perbesar

Kadinkes Kepri Mohammad Bisri. Foto: Istimewa

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sudah melakukan kordinasi dengan dengan pihak terkait guna menyikapi dan upaya mencegah munculnya kasus hepatitis akut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Adi Prihantara, mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pihak terkait lainnya dalam upaya pencegahan saja.

ADVERTISEMENT

“Kita akan antisipasi penyakit yang menyerupai hepatitis ini masuk ke Kepri,” ujarnya di Tanjungpinang.

Selain itu, ia juga mengingatkan, Dinkes tetap mewaspadai penyakit lainnya disamping hepatitis dan COVID-19. Maka, Adi menekankan, agar langkah antisipasi seperti pemberian vaksin dan imunisasi terus dimaksimalkan agar masyarakat dapat terhindar dari kasus-kasus tersebut.

“Termasuk pencegahan rubella, polio dan lainnya juga harus ditingkatkan,” ungkap Adi.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kepri, Mohammad Bisri, mengimbau masyarakat tidak perlu resah dengan kasus Hepatitis akut di wilayah Kepri. Namun demikian, ia tetap mengimbau masyarakat tetap waspada dengan melakukan langkah pencegahan. Seperti, dengan memerhatikan kebersihan makanan, mengurangi jajanan diluar, dan senantiasa mencuci tangan.

“Karena yang kita ketahui Hepatitis ini penularannya dari makanan atau sentuhan. Maka kita harus waspada menjaga kebersihan, terutama pada anak-anak yang suka jajan diluar,” ucap Bisri.

Menurut Bisri, gejala hepatitis misterius ini mirip dengan hepatitis A, B, C, D, E. Yakni,  menunjukkan rasa mual, muntah, nyeri ulu hati, demam, dan tampak kekuningan di tubuh. Namun, hasil uji laboratorium kelima virus hepatitis itu tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.

Selain itu, dari pemerintah sendiri sudah lama melaksanakan program vaksin hepatitis A dan B. Sebab, Indonesia termasuk endemis hepatitis A dan B. Biasanya hepapatis ini menyerang anak-anak dibawah usia 5 tahun, saat ada kotoran yang masuk ke mulut.

ADVERTISEMENT

“Dulu kita pernah ada sejumlah kasus di sekolah, tapi arahnya tetap kepada makanan atau tidak higienisnya makanan yang dijual. Namun, untuk hepapatisi akut di Kepri tidak ada,” demikian Bisri.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Tutup Diklat BST-KLM dan SKK 60, Ini Pesan Kepala KSOP Kelas I TBK ke Peserta

14 Juli 2024 - 10:43 WIB

IMG 20240714 WA0005 11zon

Menaker RI Resmikan Satpel Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batam, Peluang Turunkan TPT

11 Juli 2024 - 14:49 WIB

Menaker RI Ida Fauziyah Resmikan Satpel Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batam

Pemprov Kepri Kucurkan Anggaran Hingga Rp 226 Miliar untuk Pilkada 2024

11 Juli 2024 - 14:36 WIB

Ilustrasi Pilkada Kepri 2024

Inovasi Mesin Pengering Ikan Asin dari Tanjungpinang Masuk Nominasi TTG Tingkat Nasional

11 Juli 2024 - 13:59 WIB

Inovasi TTG Mesin Pengering Ikan Asin dari Tanjungpinang

Lanal TBK Panen Raya Ikan Nila dan Sayuran Hidroponik Program Ketahanan Pangan

11 Juli 2024 - 13:44 WIB

IMG 20240711 WA0072 11zon

Wanita di Karimun Tewas Usai Alami Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan A Yani, Kolong

11 Juli 2024 - 11:41 WIB

IMG 20240711 WA0066 11zon
Trending di Warta