Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 7 Feb 2022 09:15 WIB ·

Perkembangan Nilai Rupiah di Awal Februari 2022


 Foto: Bank Indonesia / kepripedia / Humas BI Perbesar

Foto: Bank Indonesia / kepripedia / Humas BI

ADVERTISEMENT
advertisement

Perkembangan indikator nilai rupiah pada 4 Februari 2022 kemarin, mengalami kenaikan. Bank Indonesia dalam siaran persnya menyampaikan kondisi nilai tukar dan inflasi, pada 3 Februari 2022, dimana rupiah ditutup pada level Rp14.375 per dolar AS, kemudian Yield SBN (Surat berharga negara) 10 tahun turun ke level 6,43 persen.

Disusul DXY melemah ke level 95,38 dan Yield UST (US Treasury) 10 tahun naik kelevel 1,831 persen.

ADVERTISEMENT
advertisement

Sehari setelahnya pada Jumat (04/02) pagi Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.370 per dolar AS, dan Yield SBN 10 tahun stabil pada level 6,43%.

Adapun laporan aliran modal asing pada Awal Februari (01/02/2022), terdapat Premi CDS Indonesia 5 tahun turun ke 87,63 bps per 3 Februari 2022 dari 90,34 bps per 28 Januari 2022, kemudian Berdasarkan data transaksi 31 Januari – 3 Februari 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik net beli Rp4,27 triliun (net beli Rp3,59 triliun di pasar SBN dan net beli Rp0,68 triliun di pasar saham).

ADVERTISEMENT
advertisement

Laporan Bank Indonesia pada data setelmen s.d. 3 Februari 2022, nonresiden net jual Rp0,11 triliun di pasar SBN, sementara net beli Rp5,69 triliun di pasar saham.

Bank Indonesia melaporkan kondisi inflasi pada level yang rendah dan terkendali, berdasarkan beberapa asumsi diantaranya, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Februari 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu pertama Februari 2022 diperkirakan sebesar -0,10% (mtm). Secara tahun kalender sebesar 0,46% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,97% (yoy).

ADVERTISEMENT

Adapun penyumbang utama deflasi Februari 2022 sampai dengan minggu pertama yaitu komoditas telur ayam ras (-0,11%, mtm), minyak goreng (-0,07%, mtm), cabai rawit (-0,06%,mtm), daging ayam ras (-0,04%, mtm), cabai merah (-0,02%, mtm), dan angkutan udara (-0,01%, mtm). Sementara itu, komoditas yang menyumbang inflasi pada periode ini yaitu tomat dan bawang merah masing-masing sebesar -0,02% (mtm), serta beras, sabun detergen bubuk/cair, dan rokok kretek filter yang masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,01% (mtm).

Direktur Eksekutif Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Kemudian juga melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

ADVERTISEMENT

Keterangan:

  1. DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).
  2. UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 71 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Harga Cabai di Karimun Tembus Rp 140 Ribu Jelang Idul Adha, Ini Penyebabnya

6 Juli 2022 - 19:58 WIB

Rupiah Hari ini Capai 15 ribu Per Dolar Amerika

6 Juli 2022 - 12:44 WIB

BP Batam Serahkan SK Pegawai Ke PT BIB

1 Juli 2022 - 21:33 WIB

PT PLN Batam dan PT BIB Tandatangani MoU Kerja Sama Kelistrikan

30 Juni 2022 - 20:45 WIB

Dorong Transformasi Digital Indonesia, ITDRI dan BRIN Lakukan Kolaborasi Riset di Mandalika

29 Juni 2022 - 21:23 WIB

Kenaikan Harga Cabai Diperkirakan Bertahan hingga 3 Pekan ke Depan

27 Juni 2022 - 20:48 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement