Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 12 Jul 2022 10:10 WIB ·

Pertamina Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Berubah


 Ilustrasi SPBU. Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi SPBU. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar subsidi, yaitu Pertalite, Solar, dan LPG 3 Kg di tengah tren harga Indonesian Crude Price (ICP) untuk BBM dan Contract Price Aramco (CPA) untuk LPG yang masih tinggi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, untuk produk Pertalite, Solar dan LPG 3 Kg tidak ada kenaikan harga,” ujar Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman, dalam keterangannya, Senin (11/7).

Ia menjelaskan, mulai Senin (11/7) Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM non subsidi, diantaranya Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG non subsidi yakni Bright Gas. 

Untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri), produk Pertamax Turbo (RON 98) terdapat penyesuaian harga menjadi Rp16.900 sebelumnya Rp15.100, Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp17.200 sebelumnya Rp14.300, dan Dexlite (CN 51) menjadi Rp15.700 per liter dari sebelumnya Rp13.550. Untuk LPG non subsidi (Bright Gas) akan disesuaikan sekitar Rp2.000 per Kg.

ADVERTISEMENT
advertisement

Menurutnya, penyesuaian ini memang terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia. 

“Saat ini penyesuaian harga kami lakukan kembali untuk produk Pertamax Turbo dan Dex Series. Tapi untuk BBK jenis Pertamax yang merupakan BBM non subsidi harganya tetap, tidak berubah, masih Rp13.000 di Kepri,” ucap Taufikurachman.

ADVERTISEMENT

Perlu diketahui, harga minyak ICP per Juni menyentuh angka 117,62 USD/barel, lebih tinggi sekitar 37 persen dari harga ICP pada Januari 2022. Begitu pula dengan LPG, tren harga CPA masih tinggi pada Juli ini mencapai 725 USD/Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 26 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

9,5 Ton Ikan Fillet Kerapu dan Kakap dari Bintan Diekspor ke Australia

13 Agustus 2022 - 21:53 WIB

BP Batam Ikuti Pameran Investasi PPUN Expo 2022 di Jogja

12 Agustus 2022 - 18:55 WIB

Terima Konjen Singapura, Kepala BP Batam Inginkan Iklim Investasi Tetap Hidup

11 Agustus 2022 - 18:42 WIB

PT Timah Tbk Kembangkan Pertanian Hidroponik Bersama Kelompok Wanita

11 Agustus 2022 - 15:40 WIB

APBD Kepri 2023 Diprediksi Hanya Rp 3,674 Triliun, Defisit Rp 200 Miliar

8 Agustus 2022 - 20:35 WIB

Batam Sumbang 79,16 Persen Realisasi PMA di Kepri Semester I 2022

8 Agustus 2022 - 20:13 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement