Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 19 Feb 2022 08:30 WIB ·

Rupiah Dibuka Pada Level 14.318 Per Dolar AS Hari Ini


 Ilustrasi uang rupiah. Foto : via Detikcom Perbesar

Ilustrasi uang rupiah. Foto : via Detikcom

ADVERTISEMENT
advertisement

Bank Indonesia merilis indikator stabilitas pada pertengahan Februari 2022, dimana pada 17 Februari 2022 rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.315 per dolar AS dengan Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun stabil ke level 6,50%, DXY melemah ke level 95,80, dan Yield UST (US Treasury) 10 tahun naik ke level 1,962%.

Kemudian pada pagi Jumat (18/02) Rupiah kembali menguat dengan dibuka pada level Rp14.318 per dolar AS, dan Yield SBN 10 tahun naik pada level 6,51%.

Bank Indonesia juga melaporkan aliran modal asing, pada Premi CDS Indonesia 5 tahun naik ke level 96,93 bps per 17 Februari 2022 dari 95,51 bps per 11 Februari 2022. Kemudian Berdasarkan data transaksi 14-17 Februari 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp10,81 triliun terdiri dari beli neto di pasar SBN sebesar Rp2,99 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp7,82 triliun.

Dari data setelmen sampai dengan 17 Februari 2022, nonresiden beli neto Rp8,77 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp16,36 triliun di pasar saham.

ADVERTISEMENT
advertisement

Ditengah kenaikan kasus Omicron di Indonesia Inflasi juga berada pada level yang rendah dan terkendali.

Berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu ke-3 bulan Februari, perkembangan harga pada Januari 2022 tetap terkendali dan diperkirakan deflasi -0,10% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Februari 2022 secara tahun kalender sebesar 0,46% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,97% (yoy).

ADVERTISEMENT

Dalam rilis tersebut menyampaikan bahwa penyumbang utama deflasi Februari 2022 sampai dengan minggu ke-2 yaitu komoditas telur ayam ras sebesar -0,12% (mtm), minyak goreng sebesar -0,10% (mtm), daging ayam ras sebesar -0,08% (mtm), cabai rawit sebesar -0,05% (mtm), cabai merah, jeruk, angkutan udara, dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masingsebesar -0,01% (mtm).

Sementara itu, komoditas yang mengalami inflasi yaitu bawang merah 0,04% sebesar (mtm), tomat dan sabun detergen bubuk/cair masing-masing sebesar 0,02% (mtm), serta beras dan rokok kretek filter yang masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu,” ujar Erwin Haryono Direktur Eksekutif, Bank Indonesia.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 144 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Muhammad Rudi Ingin Gairah Ekonomi Tanjungpinang Seperti Batam

29 September 2022 - 05:50 WIB

Sekda Kepri Respon Ajuan Pembaruan Lokasi Eksplorasi PT Timah di Lingga

29 September 2022 - 05:46 WIB

Kendalikan Inflasi, BI Kepri Beri Dukungan 1.000 Bibit Cabai ke Petani di Karimun

20 September 2022 - 14:07 WIB

Infineon Bakal Tingkatkan Investasi di Batam

18 September 2022 - 18:48 WIB

Strategi Telkom Genjot Profitabilitas dan Pertumbuhan Berkelanjutan

17 September 2022 - 20:25 WIB

Agree Perluas Pasar Kopi Indonesia Sampai ke Belanda

13 September 2022 - 21:29 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement