BATAM – Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, secara resmi membuka Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi bagi Pemangku Kepentingan, di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini digelar sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Batam dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Di hadapan para peserta, Firmansyah menyampaikan bahwa pembangunan Kota Batam tidak boleh hanya berhenti pada gedung-gedung tinggi dan infrastruktur semata. Menurutnya, kemajuan fisik harus berjalan seiring dengan kemajuan pola pikir masyarakat.
“Apa artinya kota yang modern jika masyarakatnya belum siap secara kapasitas intelektual dan mental? Di sinilah literasi memegang peranan penting,” tegas Firmansyah.
Ia mengingatkan bahwa salah satu misi besar Pemko Batam adalah mewujudkan kota madani yang modern dan sejahtera. Namun, kata dia, kota madani tidak cukup diukur dari bangunan fisik. Ciri utamanya adalah masyarakat yang berilmu, berbudaya, dan berpikir maju.
Baca Juga
“Budaya membaca merupakan pintu utama menuju terwujudnya masyarakat yang madani,” ujarnya.
Firmansyah juga menekankan bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) bukan sekadar target angka di atas kertas. Indeks tersebut, katanya, adalah cermin kesiapan warga menghadapi tantangan zaman dan kemampuan mereka berkontribusi bagi kota melalui inovasi dan kreativitas.
Ia pun mengajak semua pihak untuk turun tangan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran satuan pendidikan, perpustakaan, komunitas literasi, hingga masyarakat luas sangat dibutuhkan.
“Mari kita bersinergi dan menyatukan langkah untuk membangun generasi yang cerdas, berbudaya literasi, serta siap membawa Kota Batam semakin maju dan berdaya saing di tingkat global,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam, Herman Rozie, menjelaskan tujuan sosialisasi ini adalah untuk memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan tentang pentingnya budaya baca sebagai fondasi pembangunan manusia.
Herman menambahkan, penguatan literasi hanya bisa berhasil lewat kolaborasi semua elemen. “Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun sinergi dalam menyusun strategi yang efektif untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Batam,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, ini diikuti oleh perwakilan perpustakaan sekolah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), kelurahan, dan para kepala sekolah se-Kota Batam.