Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 6 Jul 2022 13:22 WIB ·

Setelah Viral Dirusak, Kini Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pelantar Tempat Wisata Kota Rebah


 Video viral remaja rusaki pagar pembatas pelantar wisata mangrove Kota Rebah, Tanjungpinang. Foto: tangkapan layar/istimewa Perbesar

Video viral remaja rusaki pagar pembatas pelantar wisata mangrove Kota Rebah, Tanjungpinang. Foto: tangkapan layar/istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Setelah viral dirusak oleh sekelompok remaja beberapa waktu lalu, fasilitas pembatas pagar wisata mangrove yang berada di Istana Kota Rebah, Sei Carang, Tanjungpinang justru diduga telah terjadi tindak korupsi dalam pembangunannya.

Saat ini, kabarnya dugaan korupsi tersebut sedang diselidiki oleh Polresta Tanjungpinang.

Saat dikonfirmasi, kabar ini kemudian turut dibenarkan Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Heribertus Ompusunggu. Ia mengakui bahwa penyidik dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Tanjungpinang sedang mendalami indikasi korupsi pembangunan fasilitas tempat wisata tersebut.

“Sudah ditangani (proses penyelidikan),” sebut Kombes Heribertus, Rabu (6/7).

ADVERTISEMENT
advertisement

Baca: Viral Fasilitas Wisata Mangrove di Tanjungpinang Dirusak Sekelompok ABG

Ia pun menyebutkan, pihaknya telah memanggil sejumlah orang yang dianggap mengetahui proses terkait proyek tersebut untuk pemeriksaan.

Termasuk dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang hingga dari pihak kontraktor pelaksana.

ADVERTISEMENT

Namun demikian, lanjutnya, penyidik masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri untuk mengetahui apakah ada kerugian negara dari dugaan tersebut.

“Untuk kelanjutannya, nanti akan disampaikan,” pungkasnya.

Baca: Viral Merusak Pagar Pelantar Wisata di Tanjungpinang, 5 Remaja Diamankan Polisi

Dari penelurusan kepripedia, proyek pembangunan pelantar di kawasan wisata mangrove Kota Rebah ini dilaksanakan pada tahun 2021 lalu dengan menelan anggaran Rp 3,1 milair yang bersumber dari DAK APBD Tanjungpinang.

ADVERTISEMENT

Proyek ini berada di bawah Disbudpar Tanjungpinang. Adapaun pemenang tender yaitu CV Tegak 1 Mandiri (T1M).

Namun, ketika proyek tersebut selesai, justru menjadi sorotan banyak pihak karena material pagar pembatas terbuat dari Glass Reinforced Concrete (GRC).

Hal itu juga terlihat dari video viral sejumlah remaja yang merusak fasilitas tersebut. Di mana netizen menilai pagar tersebut sangat mudah sekali patah.

ADVERTISEMENT

Kondisi pagar itu kemudian dikhawatirkan dapat membahayakan bagi pengunjung yang berjalan di pelantar wisata mangrove tersebut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by kepripedia.com (@kepripediacom)

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 157 kali

Penulis: | Editor: Hasrullah


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Marak Penipuan Modus Anak Masuk RS di Batam, Ini Kata Polisi

5 Agustus 2022 - 20:35 WIB

Respons Kadisdik Soal Oknum Guru SD Cabuli Belasan Siswa di Kundur

4 Agustus 2022 - 10:44 WIB

Oknum Guru SD di Kundur Karimun Lakukan Pelecehan 11 Siswa Laki-laki

3 Agustus 2022 - 16:51 WIB

Pemilik Toko Dara Akhirnya Jadi Tersangka

2 Agustus 2022 - 20:28 WIB

Seorang Pria di Batam Tertangkap saat Congkel Mesin ATM

29 Juli 2022 - 17:45 WIB

Ketum HIPMI Mardani Maming Resmi Ditahan KPK, Penyuap Meninggal

29 Juli 2022 - 08:22 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement