Smart Aviation Gantikan Susi Air, Akhiri 12 Tahun Era Penerbangan Perintis di Dabo Singkep

SINGKEP – Layanan penerbangan perintis di Bandar Udara Dabosingkep, salah satu bandara perintis tertua di Kepulauan Riau, memasuki babak baru di awal tahun 2026.

Setelah hampir 12 tahun dilayani oleh Susi Air, maskapai milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, rute vital ini kini dioperasikan oleh pesawat dari PT. Smart Cakrawala Aviation (Smart Aviation).

ADVERTISEMENT

Perubahan operator ini resmi terjadi mulai Januari 2026, menyusul tidak dimenangkannya kembali tender subsidi penerbangan perintis oleh Susi Air untuk tahun anggaran 2026.

Dengan demikian, berakhir sudah “satu putaran penuh zodiak” atau tepat 12 tahun dominasi Susi Air di langit Dabo Singkep, yang dimulai sejak penerbangan perdananya diresmikan pada 31 Januari 2014, menggantikan operator sebelumnya seperti Sky Aviation. Layanan terakhir Susi Air di rute ini tercatat pada Desember 2025.

PT. Smart Cakrawala Aviation, yang kini memegang tongkat estafet, merupakan salah satu perusahaan penerbangan terkemuka dan berkembang pesat di Indonesia yang berfokus pada layanan penerbangan khusus.

Berdasarkan informasi dari situs resmi perusahaan, pemilik Smart Aviation adalah Pongky Manjaya. Perusahaan yang beralamat di Gedung Smart Deal Lt.4, Jl. Cideng Timur No. 16A, Jakarta Pusat, ini memulai perjalanannya dengan pembelian pesawat pertama pada 2016 dan secara resmi mengantongi Sertifikat Operator Udara (AOC) pada 2018.

Kehadiran Smart Aviation menandai transformasi layanan udara bagi masyarakat di wilayah perintis seperti Dabo Singkep dan juga Anambas di Kepri.

Pergantian operator ini merupakan konsekuensi normal dari mekanisme tender berkalayang diatur oleh Kementerian Perhubungan untuk memastikan kualitas dan efisiensi layanan penerbangan perintis yang disubsidi pemerintah.

Masyarakat dan pelaku usaha setempat kini menanti bagaimana performa dan kontinuitas layanan dari maskapai baru ini.

ADVERTISEMENT

Kedatangan Smart Aviation tidak hanya mengubah wajah operator di Bandara Dabo, tetapi juga membuka lembaran baru dalam sejarah penerbangan perintis di wilayah tersebut, melanjutkan peran vital penghubung transportasi udara untuk pulau-pulau terpencil.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article
advertisement
advertisement