BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengubah arah pembangunan. Kini, fokus utama tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia serta mendorong kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan langsung Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan se-Kecamatan Sungai Beduk, Jumat (24/7/2026). Acara yang digelar di halaman Kantor Camat Sungai Beduk itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, Kepala Dinas Sosial Zulkifli Aman, Camat Rifandi Malik, jajaran Forkopimcam, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Amsakar menjelaskan bahwa pembangunan memiliki tiga aspek utama. Pertama, menghadirkan sesuatu yang belum tersedia. Kedua, meningkatkan yang sudah ada. Ketiga, memberdayakan masyarakat agar memiliki kapasitas lebih baik.
Ia menegaskan, bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, pemerintah kini memberi perhatian besar pada program pemberdayaan di sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Baca Juga
“Pemberdayaan itu penekanannya pada peningkatan kapasitas. Dari yang pendapatannya kecil, kita buka ruang agar meningkat. UMKM yang terbatas kita dorong berkembang. Begitu juga di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujar Amsakar.
Arah pembangunan itu diwujudkan melalui program kerakyatan. Antara lain, seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru, bantuan sosial lanjut usia, beasiswa pendidikan, hingga perluasan perlindungan kesehatan.
Tahun ini, sebanyak 34 anak berprestasi dari keluarga kurang mampu berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Politeknik Negeri Batam. Sementara itu, cakupan perlindungan kesehatan masyarakat Batam kini mendekati 98 persen.
Amsakar mengajak orang tua terus berjuang memberikan pendidikan terbaik. Menurutnya, pendidikan adalah jalan tercepat meningkatkan kualitas hidup dan mobilitas sosial keluarga.
“Jangan ragu menyekolahkan anak. Kalau ingin Batam semakin hebat, tingkatkan daya saing anak mulai sekarang. Pendidikan jawabannya. Allah akan mengangkat derajat orang berilmu,” katanya.
Pada kesempatan itu, Amsakar memaparkan capaian pembangunan selama satu tahun lima bulan kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra. Realisasi investasi Batam mencapai Rp69,3 triliun, atau 125,5 persen dari target Rp60 triliun. Bahkan, pada triwulan I 2026, nilai investasi telah melampaui Rp15 triliun.
Menurutnya, capaian ini menjadi indikator kepercayaan investor sekaligus mendapat perhatian Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Keberhasilan ini bukan karena Amsakar atau Li Claudia semata, tetapi hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat. Kami di Pemko Batam hanya mengorkestrasi,” ujarnya.
Amsakar mengajak seluruh masyarakat Sungai Beduk memperkuat persatuan dan menghilangkan sikap saling curiga demi menjaga keberlanjutan pembangunan.
Sementara itu, Camat Sungai Beduk, Rifandi Malik, mengatakan kegiatan ini tindak lanjut arahan Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar. Pelatihan diberikan sesuai kebutuhan warga untuk meningkatkan kualitas hidup.
Kegiatan diikuti 155 peserta dari empat kelurahan. Peserta Kelurahan Tanjung Piayu (40 orang) mendapat pelatihan kesadaran keluarga dalam mewujudkan rumah sehat dan layak huni. Peserta Kelurahan Mangsang dan Mukakuning mendapat materi rumah sehat dan kesadaran hukum. Sedangkan peserta Kelurahan Duriangkang mengikuti pelatihan tata rias.
Rifandi berharap program ini terus dilaksanakan dan diperluas pada tahun-tahun mendatang, karena memberi manfaat langsung bagi peningkatan kualitas hidup dan kemandirian warga.
