Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 5 Agu 2023 21:11 WIB

Tujuan Liburan Jadi Alibi Pelaku TPPO Bisnis Judi Online ke Kamboja


					Konferensi pers pengungkapan sindikat TPPO bisnis judi online di Kamboja. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Konferensi pers pengungkapan sindikat TPPO bisnis judi online di Kamboja. Foto: Ismail/kepripedia.com

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Khairil Mirza, mengunkap modus yang sering dijadikan alibi untuk bekerja ke luar negeri adalah tujuan berwisata.

Modus yang sama itu juga yang digunakan para pelaku dan korban dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Kamboja, kemarin.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, dua pelaku dan 3 korban dalam kasus tersebut mengurus penerbitan paspor di Kantor Imigrasi Tanjungpinang dengan tujuan wisata ke luar negeri.

“Mereka mengurus paspor melalui aplikasi M-Paspor, lalu prosesnya di Imigrasi Tanjungpinang,” ungkapnya, Sabtu (5/8).

Baca: Polresta Tanjungpinang Tangkap Sindikat TPPO Bisnis Judi Online di Kamboja

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam proses pengurusan paspor para pelaku dan korban menjalani proses seperti biasa. Sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Bahkan, pada tahapan wawancara mereka juga mengakui akan berwisata ke Kamboja.

“Mereka ini mengurus paspor masing-masing. Dan menjalani proses seperti biasa sesuai dengan syarat dan ketentuan,” katanya.

Namun demikian, lanjut Mirza, beruntung pada saat akan berangkat petugas Imigrasi yang berjaga di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) memiliki kecurigaan terhadap para pelaku dan korban. Sebab, kelimanya mengaku akan berangkat Malaysia, lalu transit menuju Kamboja untuk pertama kalinya.

“Dari situ petugas Imigrasi kami langsung berkoordinasi dengan Polresta Tanjungpinang dan BP3MI Kepri dan berhasil menggagalkan keberangkatan mereka,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

Mirza menambahkan, hingga kini Pemerintah Indonesia dan Kamboja tidak menjalin kerjasaman pengiriman tenaga kerja. Sehingga, hal itu akan sangat merugikan warga Indonesia yang datang dan bekerja secara ilegal di negara tersebut.

“Atas hal itu, makanya wajib berhati-hati untuk bekerja ke luar negeri. Karena kalau WNI bekerja tanpa dokumen yang lengkap pasti akan bermasalah,” ujarnya.

Diketahui, Polresta Tanjungpinang mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) untuk dijadikan staf perjudian di Kamboja.

ADVERTISEMENT

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan dua orang terduga pelaku, yakni wanita berinisial WTU (19) warga Kampung Bugis, dan GJ (21) seorang pria warga Sei Jang.

Serta, 3 korban yang akan diberangkatkan ke Kamboja. Yakni, perempuan berinisial APC (18) warga Jalan Harmoko Kota Piring, pria AF (21) warga Jalan Brigjend Katamso Gang Meranti dan pria berinisial DCS (19) warga Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Tanjungpinang Barat.

Kedua pelaku berperan mengurus tiket keberangkatan serta menyiapkan mata uang asing untuk keberangkatan korban. Sementara, ketiga korban diberangkatkan itu rencananya akan dipekerjakan sebagai admin judi daring (online) di negara Kamboja. Dengan, iming-iming pendapatan bonus Rp7 juta, lalu setelah 6 bulang meningkat hingga Rp 39 juta.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Kapal Berbendera Singapura Ditangkap di Perairan Kepri, Selundupkan Sabu 106 Kg

18 Juli 2024 - 19:30 WIB

Konferensi pers penangkapan kapal penyelundup sabu sabu

Butuh Uang Bayar Kos, Pria di Lingga Nekat Bobol Konter HP

18 Juli 2024 - 19:15 WIB

Pelaku saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polsek Daik Lingga

Bejat, Pria di Lingga Cabuli Anak Tiri Saat Penghuni Rumah Tidur

18 Juli 2024 - 18:59 WIB

Ilustrasi pencabulan

Penipu Modus Lowongan Kerja di Bintan Dibekuk Polisi

15 Juli 2024 - 10:53 WIB

IMG 20240715 104847 11zon

Pelaku Penipuan Janjikan Pekerjaan di Bintan Ditangkap Polisi, Korban Bayar Jutaan Rupiah

15 Juli 2024 - 09:28 WIB

WhatsApp Image 2024 07 14 at 20.39.52

Polisi Ringkus 4 Pelaku Pengeroyokan: Salah Satu Pelaku Wanita Pesanan Korban

9 Juli 2024 - 11:18 WIB

IMG 20240709 WA0017 11zon
Trending di Hukum Kriminal